Awas! PKI Bisa Bangkit Lagi

Awas! PKI Bisa Bangkit Lagi

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 11:38 WIB
Jakarta - Pangdam Jaya meminta masyarakat waspada bangkitnya kembali gerakan komunisme. Hal itu bisa dilihat dari kegiatan mereka yang belakangan ini makin nyata.Kegiatan seperti pameran budaya di TIM yang digelar korban stigma Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 22 Februari lalu dan bedah buku sejarah BTI dan PKI karangan Pramoedya Ananta Toer, dinilainya sebagai bentuk konsolidasi partai berlambang palu dan arit itu.Konsolidasi PKI itu, ungkap Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo, dalam rangka menyusun kekuatan dan memulihkan nama baik sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2009. Targetnya, PKI bisa masuk dalam percaturan politik Indonesia."Kalau ditanya seberapa kuat mereka bangkit, itu tidak bisa dijawab karena ini tidak akuntabel dan tidak terukur, karena sasarannya orang. Komunisme itu ideologi yang sasarannya manusia," kata dia sebelum membuka Rapat Pimpinan Kodam Jaya 2006 di Markas Kodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Karena itu, imbuhnya, semua pihak harus waspada dengan kemungkinan bangkitnya komunisme yang makin intensif melakukan kegiatan, baik terbuka maupun tertutup.Selain pameran budaya dan bedah buku, indikasi bangkitnya PKI bisa dilihat dari banyaknya aksi demo yang dilakukan para buruh tani dan sejumlah aktivis mahasiswa dari kelompok kiri yang intinya minta pencabutan Tap MPR 25/1966 tentang Pembubaran PKI, menghidupkan kembali organisasi komunis dan membubarkan koter."Hal-hal seperti ini yang kita harus curiga dan peduli arahnya ke mana," kata Agus. Meski begitu, Agus menganggap aksi-aksi selama ini masih terbilang kondusif dan sebagai sarana mengeluarkan pendapat, namun tetap harus diwaspadai.Kodam Jaya dalam hal ini intelijen tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas kelompok-kelompok yang dianggap garis kiri. Namun untuk pembinaan terhadap kelompok-kelompok itu, TNI sudah tidak berwenang lagi."Tapi itu jadi bagian wewenang kesejahteraan bangsa, TNI hanya mem-back up data-datanya saja," kata dia. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads