Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut Resahkan Malaysia

Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut Resahkan Malaysia

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 10:59 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia diresahkan oleh wabah penyakit tangan, kaki dan mulut yang tengah melanda negeri bagian Sarawak. Dalam tiga hari terakhir, sudah 601 kasus baru hand, foot and mouth disease (HFMD) yang ditemukan di sana.Yang lebih mengkhawatirkan otoritas Sarawak, warga tampaknya tidak menaruh perhatian serius pada masalah ini. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Selasa (7/3/2006).Banyak orangtua yang tetap membiarkan anak-anaknya bersekolah meskipun sudah ada imbauan Kementerian Kesehatan Malaysia kepada seluruh 488 sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Sarawak untuk ditutup.Karena itu, Deputi Kepala Menteri Sarawak Dr George Chan Hong Nam menyerukan warga untuk memandang serius penyakit yang menyerang bayi dan anak-anak ini. Publik juga diimbau untuk mengikuti semua saran medis yang diberikan dalam beberapa pekan terakhir."Masyarakat tidak bisa menganggap ini ringan, mengingat konsekuensinya bisa serius," ujarnya dalam sebuah wawancara seperti dilansir The Star, Selasa (7/3/2006).Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang timbul. Sebagian besar pasien juga telah meninggalkan rumah sakit. "Jumlah yang masuk ke rumah sakit akibat penyakit ini sejauh ini adalah 358, tapi sampai kemarin, hanya 47 orang yang masih di rumah sakit," kata Dr Chan.Chan mengungkapkan, otoritas kesehatan Sarawak telah mengambil langkah-langkah agresif untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Langkah tersebut termasuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar di semua TK dan fasilitas pra-sekolah selama dua pekan. Pemerintah setempat juga meningkatkan pengawasan kesehatan dan melakukan pembersihan di daerah-daerah terjangkit wabah.Mengenai sejumlah pengelola TK yang tidak meliburkan siswanya, Kepala Serikat Guru Sarawak William Gani Bina mendesak pemerintah untuk menghukum pengelola TK yang tidak mengindahkan perintah Kementerian Kesehatan agar menutup sekolah.Wabah HFMD juga pernah merebak di Jakarta pada tahun 2000. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita melalui air liur, kotoran, maupun cairan luka pada tangan atau kaki. Pada pertengahan September 2000 lalu, penyakit ini juga sempat mewabah di Singapura. Pemerintah Singapura bahkan sampai menganjurkan agar seluruh restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak ditutup sementara setelah tiga anak diberitakan meninggal karena diduga terkena penyakit tersebut. Sebanyak 440 TK dan 557 pusat perawatan anak diliburkan waktu itu. Gejala penyakit ini adalah demam, nyeri di mulut serta ruam-ruam merah berair di tangan dan kaki. (ita/)


Berita Terkait