40-an Penumpang Nakal KA Dirazia, Sebagian Digunduli

40-an Penumpang Nakal KA Dirazia, Sebagian Digunduli

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 10:50 WIB
Jakarta - Berbagai insiden kereta api (KA) belakangan ini tak membuat penumpang nakal menjadi jera. Mereka tetap nekat naik ke atap KA. Kini mereka diganjar dengan razia dan kepala plontos."Petugas melakukan razia dari Stasiun Rangkasbitung. Mereka yang masih naik di atap kita kumpulkan di Stasiun Tanah Abang. Sanksinya digunduli, buat surat pernyataan, dan bayar denda sebesar Rp 50.000," jelas Kepala Stasiun Kebayoran Lama Eman Sulaeman di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Dalam razia yang dimulai sejak Sabtu 4 Maret, tutur dia, tertangkap sekitar 40 orang. Namun yang digunduli hanya sebagian dari mereka lantaran tidak mampu membayar denda.Razia dilakukan pihak Stasiun KA Kebayoran Lama setelah insiden ambrolnya atap gerbong KA jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota pada Jumat 3 Maret."Sanksi yang berat ini untuk menimbulkan efek jera bagi para penumpang yang membandel. Semua yang terjaring razia adalah laki-laki. Mereka rata-rata berusia muda dan bekerja di sektor informal, bukan karyawan kantoran atau pegawai perusahaan," urai Eman.Untuk jadwal razia berikutnya, Eman masih menunggu arahan teknis dari Kepala Daerah Operasional I PT KA. Dia berharap jumlah polisi khusus kereta api (polsuska) di Stasiun Kebayoran Lama diperbanyak. Pihaknya mengaku kewalahan mengatasi jumlah penumpang yang banyak, terutama yang naik di atap gerbong KA.Pemantauan detikcom, setiap kereta yang lewat sudah tidak terlihat penumpang yang duduk di atap gerbong. Jumlah gerbong pun diperbanyak menjadi tujuh gerbong dari yang semula empat gerbong.Sebuah spanduk besar bertuliskan: "Dilarang naik di atas kereta api. Berbahaya!!!" menyambut penumpang di peron.Masih berminat duduk di atap KA? (bal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads