Gubernur Riau Geram Ada Ustaz Ceramah Sebut Corona Kerjaan Yahudi

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 13:32 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar (Raja Adil S/detikcom)
Gubernur Riau Syamsuar (Raja Adil S/detikcom)
Pekanbaru -

Gubernur Riau Syamsuar menyebut ada ustaz yang dalam ceramah menyebut COVID-19 adalah rekayasa dan hoax. Menurutnya, materi ceramah ini dikhawatirkan membuat masyarakat resah.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Bupati Siak itu saat rapat koordinasi terkait perkembangan COVID-19 bersama seluruh kepala daerah, kepolisian, kejaksaan, dan dinas terkait. Rapat koordinasi dilakukan di gedung daerah Balai Serindit di Pekanbaru.

Syamsuar mengatakan hal itu setelah mendengar paparan perkembangan kasus COVID-19 oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi. Syamsuar awalnya meminta agar protokol kesehatan di tempat ibadah untuk diperketat.

"Yang perlu dicermati berkaitan dengan rumah-rumah ibadah, masjid yang belum menerapkan protokol kesehatan. Jadi ini perlu adanya pengawasan dari tim Satgas (Penanganan COVID-19 Pekanbaru), sehingga nanti benar-benar menerapkan protokol kesehatan," kata Syamsuar, Senin (19/4/2031).

Syamsuar mengatakan protokol kesehatan perlu diterapkan ketat karena dirinya mendapat laporan ada ustaz yang menyampaikan ceramah tidak benar. Ceramah dilakukan di salah satu masjid tidak jauh dari rumah Syamsuar.

"Kemarin saya mendapatkan laporan di sebuah masjid di Pekanbaru, masih ada ustaz-ustaz yang ceramahnya seolah-olah COVID tidak ada, jadi itu dibilangnya kerjaan Yahudi. Padahal di sana juga ada, dia tidak tahu," kata Syamsuar.

"Inilah ceramah yang tidak benar, sehingga masyarakat menilai Corona sudah hilang," sambungnya.

Diakui Syamsuar, ceramah itu disampaikan pada Rabu (14/4). Dia meminta ustaz tidak menyampaikan ceramah dengan materi pembohongan.

"Itu terjadi Rabu kemarin, sehingga ada jemaah mengingatkan jangan ceramah itu. Ini masih ada di Pekanbaru, tentunya harus diwaspadai agar memberi pencerahan bagi ceramah tidak benar," katanya.

Simak juga 'Survei LSI Soal Korupsi di Kalangan PNS: 47% di Bagian Pengadaan':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/jbr)