Teroris yang Ditembak di Makassar Ahli Rakit Bom-Pelatih Tembak Anggota JAD

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 13:13 WIB
Rumah terduga teroris inisial MT di Kota Makassar yang ditembak mati polisi.
Foto: Rumah terduga teroris inisial MT yang ditembak mati Densus 88 di Makassar (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Polisi mengungkap sosok pria inisial MT (49), terduga teroris yang ditembak mati di Makassar pada Kamis (15/4) lalu. Dia memiliki peran penting di jaringan teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai dari ahli merakit bom hingga melatih tembak para anggota JAD.

"MT ini justru merupakan target utama sebenarnya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Senin (19/4/2021).

MT juga punya peran penting saat pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF meledakkan bom di Gereja Katedral pada Minggu (28/3) lalu. Namun Zulpan tak menjelaskan lebih lanjut mengenai peran MT.

"Dengan kedua korban (bomber) yang meninggal dunia itu, L dan YSF, itu ada kaitannya juga. Nanti perannya itu setelah semua pemeriksaan dilakukan sama Tim Densus," katanya.

Zulpan lalu menjelaskan rekam jejak MT yang sebelumnya pernah dipenjara 3 tahun terkait kasus pelemparan bom ke Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam acara jalan santai HUT Golkar, Minggu 11 November 2012 silam. MT yang bebas pada 2016 lantas bergabung dengan kelompok Rizaldy, terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di perumahan Vila Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Biringkanaya, Makassar, pada 6 Januari 2021.

"Setahu saya karena melempar bom ke panggung Pak Syahrul Yasin Limpo waktu kampanye divonis 3 tahun keluar 2016 kemudian dia bergabung dengan Rizaldy," kata Zulpan.

Sejak dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan kelompok kajian Vila Mutiara, MT disebut mempunyai peran yang penting karena kemampuannya merakit bom dan juga kemampuan menembak.

"Karena dia memiliki keahlian ini dalam rangka merakit bom. Nantilah kita akan jelaskan," katanya.

"Jadi MT ini, dia memiliki data yang kita miliki rekaman barang bukti yang kita amankan dari tersangka sebelumnya sebelum dia ditangkap, ada latihan menembak di Pangkep. Dia sebagai instruktur latihan menembak di situ," sambung Zulpan.

Seperti diketahui, MT disergap Tim Densus 88 Mabes Polri dan Tim Polda Sulsel di rumahnya di Kelurahan Sudiang Raya, Biringkanaya, Makassar, pada Kamis (15/4). MT kemudian ditembak mati karena melawan polisi dengan parang.

Kini, jenazah MT telah diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di Makassar.

"Sudah diserahkan ke keluarga dan sudah dimakamkan di Sudiang," katanya.

(hmw/nvl)