Tolak Bayar Kencan, Bule Swedia Aniaya-Todongkan Pistol ke Wanita di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 12:41 WIB
Borgol penjahat
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Denpasar -

Warga negara asing (WNA) asal Swedia di Bali bernama David (44) menganiaya seorang perempuan berinisial AP (29) karena diduga menolak membayar usai berkencan. Pria tersebut bahkan sempat menodongkan pistol dan pisau ke korban.

"Terlapor dianiaya oleh terlapor dengan cara memukulnya beberapa kali ke arah muka, kepala, leher, dan tangan kiri dengan tangan kosong dalam posisi mengepal. (Kemudian) mencekik leher korban dan terlapor menodongkan pistol ke arah muka korban dan menodongkan pisau ke leher korban," kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro dalam keterangan tertulis, Senin (19/4/2021).

David ditangkap pada Jumat, 16 April 2021. Sementara itu, kasus ini terjadi di kawasan Sanur, Denpasar, pada 22 Maret 2021 sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat itu korban dihubungi melalui aplikasi pesan singkat oleh teman pelaku bernama Robert pada 21 Maret 2021 sekitar pukul 23.30 Wita. Robert meminta korban datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menemani teman-temannya.

Lalu, korban bersedia asalkan dibayar Rp 800 ribu. Robert pun menyetujui pembayaran tersebut. Korban akhirnya berangkat dari rumah ke TKP bersama temannya berinisial L (24) sekitar pukul 00.45 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.11 Wita.

"Setelah itu korban bersama saksi menemani teman-teman Robert minum. Selanjutnya sekira jam 06.00 Wita korban diajak masuk kamar oleh temannya Robert bernama David," terang Hadimastika.

Selesai melayani, korban meminta uang kepada David sebesar Rp 800 ribu sesuai perjanjian dengan Robert sebelumnya. David bersedia membayar wanita tersebut, akan tetapi tidak memiliki uang tunai dan hanya bisa melakukan transfer lewat mobile banking.

Sebelum mengirim uang tersebut, jelas Hadimastika, David masuk ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, David berubah pikiran sehingga tidak mau mentransfer uang tersebut. Pelaku dan korban terjadi cekcok dan akhirnya terjadi dugaan penganiayaan.

Atas tindakan tersebut, David kemudian dijadikan tersangka oleh polisi. Ia dikenai Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara dua tahun.

Simak juga 'Saat Bule Tak Bermasker Bebas Teguran Saat Naik Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/idh)