Round-Up

Kemunculan Pulau dan Danau Usai Siklon Seroja di NTT Berlalu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 04:46 WIB
Danau baru muncul di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, usai terjadi bencana alam badai siklon tropis seroja, Minggu (18/4/2021). (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)
Danau baru muncul di Kota Kupang, NTT, seusai badai siklon tropis Seroja (Foto: FOTO ANTARA/ Benny Jahang)

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan perlu penelitian apakah pulau itu muncul akibat fenomena siklon Seroja.

"Ada isu yang berkembang sekarang di Indonesia bahwa akibat siklon Seroja ini, ada pulau yang muncul di NTT, ada berapa pulau. Kami informasikan memang ada satu daerah, yaitu di Kabupaten Rote Ndao, ada tanah yang nongol di atas permukaan laut," kata Josef dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/4).

"Ini mesti kita uji dulu apakah ini memang akibat bencana kemarin atau memang biasa di NTT banyak sekali pulau yang begitu hujan dia tenggelam tapi begitu airnya surut muncul kembali, perlu penelitian lebih lanjut," jelas dia.

Belakang warga di RT 14 RW 06 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, juga dikejutkan dengan penemuan danau baru usai siklon tropis seroja berlalu. Lahan pertanian seluas 2 hektare milik warga berubah menjadi danau.

"Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis Seroja melanda daerah ini. Pada Senin (5/4) pagi kami melihat air semakin meluas dan mengenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasan genangan air semakin meluas," kata Hendrik Lasa, warga RT 14 RW 06, Kelurahan Sikumana, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4).

Lahan pertanian yang menjadi danau adalah lahan palawija. Seluruh tanaman, seperti jagung, kacang, buncis, dan kepala, yang siap panen pun terendam.

Henrik bercerita, selama puluhan tahun tinggal di kawasan itu, belum pernah mengalami peristiwa seperti ini.

"Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah," katanya.

Menurut dia, ketinggian air danau terus bertambah. Air mengalir dari mata air Tangkolo dan sumber mata air baru di kawasan itu disebut semakin banyak.

"Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah. Kami khawatir bisa berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana apabila air danau ini terus bertambah tinggi," kata Hendrik Lasa.

Sementara itu, Batz Sebaneno (38), warga lainnya, mengatakan sejak danau terbentuk sejumlah sumber mata air baru muncul dalam rumah penduduk.

"Kami sudah tidak bisa masak dalam dapur karena air muncul dalam rumah sejak danau ini terbentuk. Bahkan di depan rumah kami juga ada muncul sumber mata air baru," katanya.

Halaman

(fas/eva)