KKB Papua Bikin Resah, Polri Jalankan Metode Soft-Hard Power

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 12:29 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali membunuh warga sipil dan melakukan perusakan di Papua. Polri memastikan akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"TNI-Polri hadir untuk memberikan rasa aman masyarakat dengan metode soft power dan hard power," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Argo menjelaskan soft power adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk hard power, lanjutnya, merupakan penegakan hukum kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran tindak pidana.

"(Metode) soft (power) itu edukasi, hard (power) itu gakkum (penegakan hukum)," tambahnya.

Seperti diketahui, satu pekan ini KKB Papua kembali menyerang warga. Setidaknya 4 orang tewas ditembak KKB Papua.

Warga yang menjadi korban berprofesi sebagai guru, pelajar, hingga tukang ojek. KKB juga merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Kemudian, KKB itu juga disebut memperkosa gadis-gadis desa. Beoga menjadi 'hitam' karena ulah KKB.

Kesaksian soal kekejaman KKB di Beoga ini disampaikan oleh Satgas Nemangkawi lewat keterangan pers tertulis serta video yang diterima detikcom, Sabtu (17/4).

"Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB)," kata Pendeta Jupinus Wama.

Simak video 'Pendeta di Beoga Ungkap Kekejian KKB: Sekolah, Anak Perempuan Hancur':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/gbr)