PD Nilai Kasus Corona DKI Naik Gegara Warga Abai dan Jenuh

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 07:45 WIB
Warga tampak berkerumun saat berolahraga di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Minggu (7/3). Padahal kasus positif COVID-19 di DKI masih tinggi.
Aktivitas warga DKI saat pendemi Corona (Foto: Rengga Sencaya)

Mujiyono khawatir interaksi warga di saat bulan Ramadhan ini berimbas pada lonjakan kasus Corona. Interaksi itu, kata Mujiyono adalah saat salat tarawih hingga buka puasa bersama.

"Artinya kalau media untuk berinteraksi makin panjang, otomatis interaksi warga makin banyak. Terus termasuk pelaksanaan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Kalau dulu dilarang, sekarang kan nggak dan hampir semua masjid musola melaksanakan salat taraweh. Secara tidak langsung itu berpengaruh terhadap interaksi dan terjadi penularan, kan kita nggak pernah tahu di masjid di itu bisa jadi salah satunya OTG," sambungnya.

"Lalu kegiatan yang lain seperti buka puasa bareng dan seterusnya. Ini pasti akan ada gejolak 2 minggu ini, kenaikan pasien positif, berisiko sama seperti tahun baru," lanjutnya.

Kepada Pemprov DKI, Mujiyono meminta agar mengarahkan Satgas hingga tingkat RW untuk gencar melakukan pengawasan dan sosialisasi. Dia mengatakan jika kegiatan masyarakat dikendorkan, maka pengawasan harus ditingkatkan.

"Bagaimana sikap Pemprov dan kita semua, saya bersaran gugus tugas COVID tingkat RT/RW jangan bosan-bosan mereka melakukan sosialisasi 3M. Yang kedua jangan ada pelanggaran-pelanggaran prokes untuk tempat-tempat seperti restoran dan seterusnya, dilonggarkan jamnya, ya pengunjung harus pakai masker, jarak tempat duduk juga harus diatur. Makin dikendorkan otomatis pengawasannya harus ketat," jelasnya.

Sementara itu, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengimbau warga untuk senantiasa melaksanakan protokol kesehatan. Utamanya dalam melaksanakan ibadah puasa.

"Sebagai warga Jakarta yang baik, masyarakat tetap diimbau untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin. Pesan ibu 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan, ditambah lagi pesan Pak Lurah dan Bu Lurah 2 M, mengurangi mobilitas dan mengurangi kerumunan juga harus dilaksanakan," kata Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Nasrullah saat dihubungi terpisah.

"Oleh karena itu kegiatan ibadah di bulan Ramadhan, entah itu salat tarawih, buka puasa bersama harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan kewajiban pemerintah melakukan 3T juga harus tetap dilaksanakan. Tracing, testing dan treatment," kata dia.

Nasrullah juga meminta warga untuk tidak melaksanakan sahur on the road. Dia berpesan agar warga tidak mudik dan mematuhi aturan pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19.

"Sahur on the road tidak menjadi hal yang penting dilakukan untuk mengurangi kerumunan. Apalagi pulang kampung harus dikontrol karena adanya kebijakan pemerintah pusat," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti sebelumnya menyebut kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta meningkat 2 pekan terakhir ini. Widyastuti menerangkan dua penyebab melonjaknya kasus aktif Corona tersebut.

"Di minggu-minggu terakhir, dua minggu terakhir, mulai ada peningkatan. Harian kita sudah mulai meningkat 200, 200 lebih bergerak terus," kata Widyastuti dalam diskusi virtual, Jumat (16/4).

"Kita (DKI Jakarta) tingginya tuh di bulan-bulan Januari sampai Februari 2021. Di mana posisi kasus aktif kita waktu itu pernah tertinggi sampai sekitar 25 ribu. Saat ini kasus aktif tertinggi 6.988. Artinya sangat-sangat turun dibanding sebelumnya," sambungnya.

Halaman

(lir/maa)