PD Nilai Kasus Corona DKI Naik Gegara Warga Abai dan Jenuh

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 07:45 WIB
Warga tampak berkerumun saat berolahraga di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Minggu (7/3). Padahal kasus positif COVID-19 di DKI masih tinggi.
Aktivitas warga DKI saat pendemi Corona (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan bahwa kasus Corona di Ibu Kota naik dalam 2 pekan terakhir. Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta menilai kenaikan itu terjadi karena pelonggaran jam buka restoran hingga warga abai dengan protokol kesehatan.

"Pertama masyarakat sudah jenuh dengan kondisi pandemi yang masuk tahun kedua ini. Yang kedua tingkat kesembuhan yang sangat tinggi akibat dari pelemahan virus COVID sendiri pada akhirnya membuat pandangan masyarakat menganggap bahwa COVID ini menjadi bukan momok yang menakutkan, tidak sama seperti di awal-awal," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

"Dan ini juga, vaksinasi yang sudah berjalan di Jakarta yang lumayan baik itu pada mengakibatkan, udah divaksin ini, banyak faktor yang masyarakat pada akhirnya cenderung abai. Merasa sudah divaksin, merasa sudah pakai masker, merasa bahwa kanan kiri tetangganya udah banyak dan baik-baik aja, itu paling utama ya kejenuhan itu," lanjutnya.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu mengatakan bahwa COVID-19 tidak berbahaya bagi orang yang tidak memiliki penyakit bawaan. Dia kemudian mengungkap warga berpandangan bahwa COVID-19 bukanlah penyakit yang menakutkan seperti awal pandemi.

"Karena kita tahu realitanya selama dia tidak ada penyakit bawaan, penanganan kesembuhan COVID itu relatif lebih mudah. Contoh saya ngurusin warga itu mungkin ratusan, dari sekian ratus itu rata-rata sepuluh hari sembuh kalau dia mau tertib, mau disiplin. Berjemur, minum vitamin, atau olahraga. Ini yang pada akhirnya menjadi faktor ini pada akhirnya bukan sesuatu yang menakutkan lagi, tidak sama seperti awal-awal," kata dia.

"Udah kayak biasa nih, makanya lihat ni, jalan-jalan udah mulai macet lagi kan. Sekarang jalan di Jakarta agak heran juga saya, kayak normal lagi," sambungnya.

Atas faktor di atas, Mujiyono menilai bahwa itu menjadi alasan Pemprov DKI melonggarkan aturan. Salah satunya memperpanjang jam operasional restoran.

"Karena faktor itulah makanya Pemprov DKI Jakarta juga mengendorkan kan beberapa aturan salah satu aturan perpanjangan jam buka restoran. Operasional restoran dari tutup jam 7 jadi jam 9 dan naiknya," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2