Teganya, Melancong ke Eropa Pakai Uang Rakyat
Selasa, 07 Mar 2006 07:03 WIB
Makassar - Enak sekali para pejabat ini. Jalan-jalan ke Eropa pun dibiayai dari pajak rakyat. Wajar jika keberangkatan sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ini menuai kecaman.Kecaman itu, tak lain karena keberangkatan mereka memakai dana APBD 2006. Pejabat-pejabat ini dianggap menyalahgunakan uang rakyat dengan memakainya jalan-jalan."Ini sungguh di luar akal sehat saya. Masyarakat dalam keadaan terpuruk lantaran kondisi ekonomi negara kita yang lagi krisis, mereka malah memakai uang rakyat untuk jalan-jalan," ujar Syamsuddin Alimsyah, Ketua Komite Pemantau Legislatif (Kopel), salah satu LSM di Sulsel, kepada detikcom, Selasa (6/3/2006).Keberangkatan sejumlah pejabat pemkot yang digagas oleh Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Edy Kosasih terkesan aneh. Pasalnya, sejumlah anggota DPRD Makassar malah tidak mengetahui bahwa mereka akan berangkat. "Sejumlah anggota dewan tidak tahu dengan keputusan ini," ujarnya.Samsuddin menuturkan, jalan-jalan ke Eropa yang menghabiskan APBD sekitar Rp 1,5 miliar ini, sudah dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. "Kalau kita melihat UU 31 Tahun 1999 tentang korupsi, pasal 2 disebutkan bahwa studi banding ke luar negeri itu adalah tindakan yang tidak populis," urainya. "Ini sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan menyalahgunakan uang rakyat alias korupsi," terangnya.Para pejabat Pemkot Makassar itu berangkat ke Eropa Senin (6/3/2006) pagi. Rombongan yang berangkat berjumlah sekitar 20 orang. Dari 20 orang, ada 6 orangpejabat Pemkot Makassar dan 4 lainnya adalah istri pejabat. Mereka antara lain, Harry Iskandar (Wakil Walikota Makassar) dan istrinya, Abdul Latif (Asisten II Pemkot Makassar) Eddy Kosasih (Kadis Pariwisata Makassar), M. Riefad Suaid (Kadis Perindag dan UKM Makassar) dan istrinya. Sementara selebihnya adalah tim kesenian.Keberangkatan sejumlah orang ini dalam rangka pameran Internationale Tourism Bourse di Berlin, Jerman. Selain mengikuti pameran ini, rombongan wisata juga dijadwalkan akan ke sejumlah kota di Eropa yakni Amsterdam (Belanda), Milan dan Venesia (Italia) dan Jenewa (Swiss).
(mar/)











































