Satgas Ingatkan Masyarakat Jalankan Prokes Selama Ramadhan

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 19:46 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 terus mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. Apalagi saat ini Indonesia tengah memasuki bulan suci Ramadhan, pemerintah pun mengimbau untuk mengurangi jumlah kapasitas jamaah masjid dan tempat ibadah lainnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasarudin Umar menyampaikan memang bila seseorang pergi ke masjid akan menjadi hal yang mulia, tetapi ketika ada masalah darurat yang lebih utama adalah di rumah saja. Sebab mencegah bahaya jauh lebih besar daripada mengejar manfaat.

"Bagaimanapun juga pergi ke masjid itu hukumnya sunat, tarawih itu sunah, bahkan salatidul fitri itu sunah," kata KH.Nasarudin dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Ia pun mengatakan walaupun kuota masjid Istiqlal sudah 50% tapi pada kenyataannya pengurus masjid hanya menerima jamaah 1% dari kapasitas masjid. Sehingga hanya terima 2.000 jamaah.

"Itupun dengan menjalani prokes yang mungkin lebih dari rekomendasi Pemprov. DKI Jakarta, misalnya jarak jamaah salat 1 meter, kami bisa 1,5-2 meter," tutur KH. Nasarudin.

Bagi KH. Nasarudin, Istiqlal perlu tampil menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia dalam hal menjaga protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jamaah mereka.

"Caranya tentu dengan memilih redaksi yang paling santun agar jamaah tidak tersinggung dengan pembatasan kami ini," terangnya.

Sementara itu, Kabid Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Dr. Sonny Harry Harmadi mengatakan ada beberapa titik waspada selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang perlu diperhatikan.

Pertama yang harus mewaspadai di titik perbelanjaan ketika orang-orang mencari takjil atau makanan untuk berbuka. Kemudian yang kedua penyebaran kasus di tempat ibadah.

"Ketiga kita mewaspadai tempat-tempat pariwisata atau restoran. Terakhir kita membatasi pergerakan massa. Oleh karenanya tahun ini tidak ada mudik untuk melindungi semua elemen masyarakat," terang Sonny.

Ia juga menuturkan tren kasus positif COVID-19, terutama sejak minggu ketiga Januari sampai awal April 2021 menurun. Kasus harian COVID-19 yang secara nasional juga terkontrol di angka 4.000-an kasus beberapa pekan terakhir.

"DKI Jakarta termasuk Provinsi dengan tingkat kepatuhan menjalankan protokol kesehatan tertinggi selain Bali dan beberapa provinsi lainnya," tuturnya.

Secara nasional, menurut Sonny,positivity rate di Indonesia memang turun dari sekitar 25-27% di Maret menjadi sekitar 11-14% di April. Kasus aktif juga turun yang puncaknya mencapai 176.000 di Februari 2021, sekarang menjadi sekitar 108.000.

"Jadi ini hal bagus tapi jangan kita menjadi lengah, apalagi di tengah dunia sedang mengalami pandemi gelombang ketiga," terangnya.

Kendati begitu Sonny mengingatkan untuk memperhatikan kecenderungan perubahan perilaku di masyarakat.

"Namun memang ada kecenderungan beberapa minggu terakhir, angka kepatuhan masyarakatnya menurun. Di DKI Jakarta yang dinilai bagus dengan bulan lalu kepatuhan memakai masker mencapai 85%, sekarang angkanya 80%-81%," imbuhnya.

Hal senada disampaikan dr. Widyastuti MKM., Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia mengatakan penurunan kasus aktif dan positif COVID-19 sampai Maret 2021 sangat terlihat di DKI Jakarta.

"Tapi tentu hal ini jangan sampai melengahkan kita, karena dua pekan ini kasus harian kita cenderung meningkat lagi sekitar 200 kasus per hari," katanya.

Selain itu, vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe Sp.PD, juga terus mengingatkan pentingnya prokes di masa pandemi. Ia yakin masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang cukup setelah satu tahun menghadapi pandemi ini. Tetapi ia mengimbau masyarakat untuk mengingatkan dengan edukasi hingga ke level RT/RW.

"Secara umum saya perhatikan kesadaran masyarakat di DKI Jakarta, di kota-kota di Jawa, dan kota luar pulau Jawa relatif baik daripada di awal pandemi. Hanya saja kita jangan lengah. 3M, 3T, dan vaksinasi itu adalah kunci untuk menanggulangi pandemi," tandasnya.

(ega/ega)