Pupuk Langka, Petani di Sumbar Terancam Bangkrut

Pupuk Langka, Petani di Sumbar Terancam Bangkrut

- detikNews
Selasa, 07 Mar 2006 01:29 WIB
Padang - Kelangkaan pupuk bersubsidi yang sudah berlangsung sejak Januari lalu di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) membuat petani resah. Bila terus berlanjut, hasil panen diperkirakan akan menurun drastis dengan kerugian sekitar Rp 26 miliar."Kelangkaan terjadi karena distribusi pupuk bersubsidi dimonopoli CV. Sumber Subur, satu-satunya distributor yang tergabung dalam Asosiasi Distributor Pengecer Barang Bersubsidi (ADIPBI) Kabupaten Limapuluh Kota," ujar Koorsdinator Masyarakat Peduli Nagari Luhak Limapuluh, Yudilfan Habib, kepada detikcom, Selasa (7/3/2006). Dikatakan Habib, enam distributor lain yang sebelumnya terlibat tidak mendapat jatah pupuk untuk didistribusikan karena adanya ketentuan dari Pemda yang berhak menjadi distributor harus anggota ADIPBI.Menurutnya, untuk tergabung dalam asosiasi mereka dituntut untuk memiliki dana simpanan mencapai Rp 10 juta.Ketua Puskud Sumbar, Thamrin Basyar mengatakan pihaknya menyayangkan sikap Pemda Limapuluh Kota yang tidak melibatkan KUD dalam distribusi pupuk tersebut. Padahal, sebelumnya sebanyak 15 KUD di daerah itu mendistribusikan sekitar 100 ton pupuk per bulan pada petani."Kami juga bingung kenapa Pemda lebih memilih pihak swasta untuk menanganinya. Yang jelas, sejak kelangkaan pupuk dimulai, kami sudah tidak terlibat dalam distribusi pupuk bersubsidi itu," tuturnya. (mar/)


Berita Terkait