Mayoritas Warga Luar Jakarta Dukung Megapolitan
Senin, 06 Mar 2006 23:17 WIB
Jakarta - Tawaran Gubernur Sutiyoso tentang konsep megapolitan masih menuai pro-kontra. Namun berdasarkan survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 1-3 Maret 2006 menyebutkan mayoritas warga luar Jakarta setuju konsep megapolitan.Penelitian dilakukan terhadap 960 orang yang disebar ke 14 wilayah kotamadya, 175 kecamatan dan 1580 kelurahan."Ini menunjukkan konsep megapolitan bukan monopoli untuk kepentingan warga Jakarta," ujar Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid di Balaikota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2006)Dukungan mayoritas yang dilakukan responden tersebut berasal dari Kabupaten Bogor 15 persen, Tangerang 14 persen, delapan persen responden asal kota Bekasi, 11 persen responden asal Kabupaten Bekasi, tujuh persen responden Kabupaten Kota Bogor. Menurut Husin, setujunya mayoritas warga luar Jakarta tentang konsep megapolitan asalkan fasilitas yang ada di Jakarta juga dibangun di wilayah mereka. Warga yang menginginkan fasilitas yang sama dengan Jakarta seperti busway sebanyak 94 persen.Namun tentang Menteri Khusus sebagai koordinator atau kepemimpinan Megapolitan, 36 persen menolak dibentuk menteri khusus tetapi mengingingkan dipimpin oleh koordinator. Sebanyak 57 persen menginginkan agar Megapolitan dipimpin oleh Menteri Khusus.Sementara itu, di tempat terpisah Gubernur Sutiyoso menyambut positif terhadap hasil survei tersebut. "Itu hal yang wajar, apalagi nanti bila terwujud, warga luar Jakarta dapat menikmati hasil seperti transportasi di Jakarta," tandas mantan Pangdam Jaya itu.
(mar/)











































