Kadis Damkar Depok Tepis Minta Sandi 'Pembongkar Korupsi' Mundur

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 18:05 WIB
Kadishub Depok Gandara Budiana
Kadis Damkar Depok, Gandara saat masih menjabat sebagai Kadishub Kota Depok. (Abdul Haris Utiarahman/detikcom)
Jakarta -

Kadis Damkar Kota Depok Gandara menepis pengakuan Sandi diminta mengundurkan diri usai menyebut adanya dugaan korupsi pengadaan sepatu. Gandara juga mengatakan tak ada upaya pemecatan terhadap Sandi.

"Hingga hari ini tidak ada pemecatan atau permintaan mundur ataupun yang dikeluarkan terhadap Saudara Sandi sehubungan dengan upayanya membawa kasus ini menjadi perhatian publik," tutur Gandara dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021).

Dia mengaku sedang melakukan klarifikasi ke berbagai pihak. Antara lain internal Damkar Depok dan kepolisian.

"Proses klarifikasi sedang dilakukan oleh pihak internal, maupun dari aparat penegak hukum dan kami akan mengikuti sesuai aturan yang berlaku," imbuh dia.

Gandara pun menerangkan soal sepatu PDL (pakaian dinas lapangan) yang disoal Sandi, meski tak menyinggung soal dugaan korupsi pengadaan sepatu yang disebut Sandi. Gandara mendeskripsikan jenis-jenis sepatu dinas damkar.

"Perihal sepatu perlu dibedakan ada sepatu PDL, ada sepatu yang dipakai untuk keseharian dan pelaksanaan apel maupun upacara dan kegiatan lapangan lainnya. Dan ada APD (alat pelindung diri) dan sepatu untuk kelengkapan dalam pemadaman di lapangan, yaitu mulai pelindung kepala, baju tahan panas, dan sepatu khusus pemadaman kebakaran atau sepatu harviks," kata Gandara,

Gandara lalu menerangkan teknis pemberian insentif penanggulangan COVID-19 anggota Damkar Depok yang dipersoalkan Sandi. Dia menyebut dana itu diserahkan kepada komandan regu.

"Terkait penerimaan honorer sesuai tanda bukti yang ada di kami adalah sebesar Rp 1,7 juta yang sudah kami serahkan kepada komandan regu yang bersangkutan, untuk kegiatan selama 3 bulan sesuai dengan tanda terima," tambah dia.

Dia melanjutkan, iuran BPJS damkar diserahkan kepada tiap pegawai secara kolektif.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2