Oknum TNI di Kaltim Bunuh Kekasih, Mayatnya Tinggal Tulang

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 17:20 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto Ilustrasi (Thinkstock)
Balikpapan -

Seorang oknum TNI di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Praka MA, membunuh kekasihnya yang berusia 30 tahun. Mayat kekasih MA ditemukan tinggal tulang belulang.

"Saat ini akan ikuti proses hukum sampai tuntas. Ancaman hukuman akan diberikan setelah mendapatkan hasil dari pengadilan," kata Kapendam Mulawarman, Letkol Taufik Hanif, kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Kekasih MA merupakan guru honorer sekolah dasar di Balikpapan. Jenazahnya ditemukan di Jalan Transad Km 8, Balikpapan Utara, pada Senin (12/4).

Letkol Taufik menjelaskan MA tega membunuh kekasihnya karena didesak menikah. Namun, MA ingin melanjutkan sekolah.

"Tersangka sudah lama merencanakan pembunuhan karena desakan menikah itu. Padahal tersangka mau ikut Sekolah Calon Bintara Angkatan Darat (Secaba)," ungkap Taufik.

Ayah korban, Kuswanto (62), memiliki informasi yang berbeda. Informasi yang dia terima, orang tua pelaku tidak mau memiliki menantu asal Kalimantan.

"Kata orang-orang, orang tuanya tidak mau punya menantu dari Kalimantan. Mereka sudah siapkan calon mantu sendiri," sebut Kuswanto.

Kuswanto menjelaskan sang anak sudah dinyatakan hilang sejak 1 Maret 2021. MA sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaan kekasihnya sejak hendak bertolak ke Kelurahan Manggar untuk mengambil seragam persit.

"Kata MA, hari Senin siang terakhir ia bertemu setelah mengambil seragam persit. Setelah mengambil seragam, MA mengaku anak saya menemui temannya. Jadi MA tidak mengantarkan pulang," ucapnya.

Hari berganti pekan, Kuswanto tak kunjung mendapat kabar. Ia pun melapor ke Polsek Balikpapan Utara. Sehari kemudian, ia kembali melapor ke Polresta Balikpapan.

Hingga akhirnya, pada 9 April 2021, MA disidik oleh POM TNI. Pada Senin, 12 April 2021, Kuswanto mendapat kabar bahwa anaknya telah ditemukan dalam bentuk tinggal tulang belulang.

Rasa sedih dan marah menyelimuti pikiran Kuswanto. Terlebih ketika diketahui terduga pelaku adalah calon menantu sendiri. Padahal, selama 43 hari putrinya menghilang, MA turut mencari keberadaan RR.

MA pun sempat mendatangi lokasi korban dibuang dua minggu setelah ia melakukan pembunuhan di Jalan Transad Km 8 Balikpapan Utara. Tubuh RR yang diselimuti semak belukar tersebut dikuliti.

Setelah ditemukan, tulang belulang korban pun dibawa ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo untuk dilakukan proses autopsi. Hasil autopsi menunjukkan tulang belulang tersebut adalah sisa jasad korban.

Lihat juga video 'Karena Kesal, Pemuda di Pinrang Tega Bunuh Bapak Kandung!':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/zak)