Inisial M yang Kena Reshuffle Kemungkinan Besar Moeldoko

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 13:10 WIB
Dosen Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam (Dok. Pribadi).
Dosen Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Anggota Kabinet Indonesia Maju berinisial M disebut akan kena reshuffle jilid II. Siapa inisial M yang dimaksud itu? Doktor politik ini punya analisis mendalam.

Setidaknya ada empat anggota Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi yang berinisial M. Mereka adalah Menko PMK Muhadjir Effendi, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Doktor Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai kemungkinan besar M yang dimaksud ialah Moeldoko. Umam mengatakan Moeldoko-lah yang paling banyak disorot oleh publik.

"Jika melihat tren yang ada, memang kemungkinan besar Moeldoko," kata Umam kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Umam mengatakan kecil kemungkinan M tersebut Mahfud Md. Dia menilai kinerja Mahfud terbilang baik dan mampu merepresentasikan sikap pemerintah.

"Sebab, kinerja Pak Mahfud tergolong yang baik. Mahfud mampu merepresentasikan sikap pemerintah dalam memenangkan berbagai perdebatan kebijakan publik, utamanya terkait sektor polhukam. Jadi tidak ada urgensi untuk mengganti Mahfud," ujarnya.

"Adapun jika ada yang berusaha mendorong Mahfud digeser, besar kemungkinan itu berasal dari kekuatan oligarki, utamanya terkait keberaniannya untuk mendesak gugatan perdata kasus BLBI (Rp 101 triliun), di saat KPK justru men-SP3-kan tersangka kelas kakap di kasus BLBI," lanjut Umam.

Sementara untuk Muhadjir, Umam melihat tidak ada yang mencolok dan jauh dari kontroversi. Selain itu, Muhadjir juga merepresentasikan Muhammadiyah.

Tapi bisa jadi, kata Umam, Muhadjir tergeser ke Kemendikbud-Ristek. Sebab, Muhammadiyah diketahui mengincar posisi Mendikbud dari nama Abdul Mu'ti yang muncul menggantikan Nadiem Makarim.

"Sementara kinerja Pak Muhadjir, meskipun tidak ada yang mencolok, tapi relatif jauh dari kontroversi. Selain itu, Muhadjir Effendi juga representasi Muhammadiyah. Kalaupun Muhadjir tergeser, besar kemungkinan itu terkait harapan Muhammadiyah yang mengincar posisi Mendikbud, di mana nama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti belakangan mencuat di permukaan," ujarnya.

Umam mengatakan Nadiem Makarim layak diganti. Nadiem menurut Umam, hanya kerap memunculkan kontroversi.

"Adapun Nadiem, memang layak diganti. Nadiem bukanlah sosok yang paham pendidikan, sehingga muncul sejumlah kontroversi di internal Kemendikbud, mulai penunjukan dirjen mantan kepala sekolah SMA dan kepala dinas Jateng yang disinyalir titipan politikus dari Jawa Tengah; berkuasanya Staf Khusus Mendikbud dalam menentukan arah kebijakan-kebijakan," ujarnya.

"Internal Kemendikbud hingga kontroversi bantuan hibah dana Dikti yang diduga melibatkan lembaga yayasan milik pengusaha-pengusaha besar, bukannya memberdayakan yang lemah tapi justru memanjakan yang sudah kuat," lanjut Umam.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton Video: Soal Reshuffle, Pengamat Politik Ini Nilai Posisi Nadiem Rentan Diganti

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2