Panas Dingin Habib Rizieq dan Jaksa-Polisi: Dulu Mengecam, Kini Memuji

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 11:18 WIB
Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Hubungan Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan polisi dan jaksa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Dulu Habib Rizieq terus-terusan mengecam polisi hingga jaksa, tapi kini Habib Rizieq berterima kasih kepada para penegak hukum itu.

Kecaman Habib Rizieq terhadap polisi dan jaksa beberapa kali terlontar dalam sidang kasus kerumunan dan tes swab yang menyeret mantan imam besar FPI itu sebagai terdakwa. Salah satunya saat Habib Rizieq menolak dibawa dari Rutan Bareskrim Polri ke ruangan untuk sidang virtual.

"Kan saya tolak sidang online. Kok saya dipaksa begini?" ujar Habib Rizieq seperti dilihat dari siaran langsung yang disiarkan channel YouTube Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jumat (19/3/2021).

Habib Rizieq saat itu meminta petugas yang menjemputnya tak bermain sinetron. Dia menolak keras ikut sidang virtual.

"Ini kan ditayangkan di ruang sidang, kan. Berarti Anda ingin menipu saya, di lorong rutan ini Anda ingin jadikan sebagai ruang sidang. Jangan dagelan, jangan sinetron kita," ucapnya.

"Matikan, saya nggak rela," sambungnya.

Habib Rizieq juga mengecam petugas yang memegangi dirinya untuk dibawa ke dalam salah satu ruangan. Dia mengaku dipaksa, didorong, dan dihinakan saat dibawa ruangan itu.

"Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke Majelis Hakim, saya tidak ridho dunia-akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan," ucap Habib Rizieq.

Dia juga pernah mengecam Polri yang tidak membubarkan kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Maumere. Dia heran Polri langsung mengatakan hal itu bukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Serta tanpa punya rasa malu Mabes Polri langsung menyatakan tidak ada pelanggaran prokes. Kenapa? Apa karena pelakunya adalah seorang presiden, sehingga boleh suka-suka langgar hukum secara terang-terangan yang disaksikan jutaan rakyat melalui media?" sambungnya.

Jaksa kemudian membalas cacian Habib Rizieq itu. Menurut jaksa, kata dungu dan pandir hanya digunakan orang tak berpendidikan.

"Adanya kalimat non-yuridis dan kepentingan politik dan rezim zalim dan pandir dalam eksepsi penasihat hukum adalah tidak tepat. Mengingat fungsi jaksa penuntut umum adalah menerima berkas perkara dan melakukan penuntutan, serta melaksanakan perintah hukum, yang terakhir melaksanakan eksekusi," kata tim JPU saat membacakan tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa, di PN Jaktim, Jakarta Timur, Selasa (30/3).

Polri sebenarnya telah menjelaskan soal laporan PP Gerakan Pemuda Islam (GPI) soal Jokowi dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat terkait kerumunan di Maumere yang ditolak atau tak diterbitkan nomor LP. Setelah pelapor berkonsultasi dengan pihak SPKT, laporan tersebut tidak mengandung unsur yang melanggar hukum.

"Sebenarnya bukan menolak laporan, tetapi setelah melakukan konsultasi dengan pihak yang akan membuat laporan, Kepala SPKT Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa tidak ada pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (27/2).

Simak Video: Habib Rizieq Sidang Disertasi dari Rutan Bareskrim

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2