Sempat Mencekam karena KKB, TNI-Polri Kuasai Beberapa Titik di Beoga Papua

Saiman - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 20:24 WIB
TNI-Polri kuasai beberapa titik di Beoga, Papua (Dok Satgas Nemangkawi)
TNI-Polri menguasai beberapa titik di Beoga, Papua. (Dok. Satgas Nemangkawi)
Timika -

Satgas Nemangkawi TNI-Polri telah diterjunkan di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, untuk menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak mati 2 guru dan membakar sekolah. TNI-Polri terus bergerak memburu KKB yang berbuat onar di wilayah Beoga.

Ratusan pasukan TNI-Polri bergerak taktis untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Boega. Kaops Nemangkawi Polri Brigjen Rocyke Harry Langie dan Kaops Nemangkawi TNI Brigjen Tri Budi Utomo memimpin langsung operasi pemulihan situasi keamanan di Distrik Boega.

"Puji syukur situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Boega berangsur kondusif, beberapa titik di wilayah Boega TNI-Polri telah kuasai," tutur Rocyke melalui rilis Humas Nemangkawi, Kamis (15/4/2021).

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Iqbal Al Qudusy saat dimintai konfirmasi membenarkan bahwa sudah 3 hari dilakukan pergeseran pasukan ke wilayah Boega Puncak. Tak hanya itu, pasukan yang berada di Distrik Illaga juga melakukan penyisiran untuk menemukan KKB.

"Kami berharap masyarakat untuk tetap tenang. Kami Ops Nemangkawi TNI-Polri akan terus menjaga dan melindungi masyarakat di wilayah Boega dan sekitarnya. Percayakan kepada kami, kami berusaha untuk ciptakan situasi kondusif, selain pengejaran kelompok KKB yang melakukan tindakan kriminal pembakaran fasilitas sekolah, penembakan 2 guru, dan 1 tukang ojek," ucap Iqbal.

"Cepat atau lambat kelompok kriminal ini pasti tertangkap," tutup Iqbal.

Diberitakan sebelumnya, KKB Papua kembali menyerang warga di wilayah Beoga dengan menembak dua guru, membakar sekolah, hingga membakar helikopter. Tak lama setelah itu, KKB kembali menyerang seorang tukang ojek dengan tembakan brutal, sehingga korban atas nama Udin tewas.

Karena situasi mencekam itu, 27 warga pendatang di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, dievakuasi ke Timika.

(isa/isa)