2 Pasar Tradisional di Jabar Naik Kelas Usai Rambah Digital

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 08:05 WIB
Digitalisasi pasar tradisional
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Pasar Cikurubuk di Tasikmalaya dan Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka di Jawa Barat merupakan contoh pasar tradisional yang merasakan dampak positif dari digitalisasi pasar melalui platform digital. Kedua pasar tersebut mencatat peningkatan jumlah pesanan usai bergabung dengan Tokopedia.

Selama kuartal 1 tahun 2021, Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka berhasil mencatat peningkatan jumlah pesanan hingga lebih dari 2 kali lipat. Sementara Pasar Cikurubuk turut mencatat kenaikan jumlah pesanan hingga lebih dari 4 kali lipat sejak bergabung dengan Tokopedia.

"Pemanfaatan platform teknologi seperti Tokopedia menjadi solusi bagi para pedagang untuk dapat tetap mempertahankan usaha di tengah pandemi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah," ujar Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Trian menjelaskan Tokopedia menyediakan berbagai halaman khusus seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan TokoMart yang mengusung teknologi geo-tagging untuk mempermudah masyarakat, termasuk di Bandung, mendapatkan barang kebutuhan harian dari penjual terdekat.

Lebih lanjut ia mengungkapkan data internal Tokopedia mengungkapkan bahwa kategori Rumah Tangga serta Kesehatan dan Perawatan Tubuh menjadi yang paling populer selama Q1 2021 di Jawa Barat.

"Antusiasme masyarakat terhadap produk rumah tangga, kesehatan dan perawatan tubuh terlihat dari adanya peningkatan masing-masing lebih dari 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya," ungkap Trian.

Data tersebut juga mencatat transaksi kategori F&B di Jawa Barat lewat Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini turut dialami Dendeng Kukuruyuk, UMKM Bandung milik Novi Herawati yang bermula dari resep masakan keluarga dan telah berdiri lebih dari 10 tahun.

"Pandemi membuat kami memutuskan bergabung dengan Tokopedia. Selain jadi bisa diakses oleh pelanggan di Aceh hingga Papua, transaksi kami selama kuartal pertama 2021 pun meningkat drastis hampir 5 kali lipat dibanding kuartal sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, menurut External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, pandemi mendorong masyarakat beradaptasi lewat pemanfaatan teknologi, baik dalam memenuhi kebutuhan harian hingga menciptakan peluang.

Terbukti dari survei LPEM FEB UI yang menyebutkan bahwa pada tahun 2020, 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami kenaikan volume penjualan dengan median sebesar 133%.

"68,6% penjual yang bergabung dengan Tokopedia pada saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga. Serta 76,4% penjual mengatakan kemudahan mengelola bisnis menjadi alasan utama bergabung dengan Tokopedia," ungkapnya.

Data internal Tokopedia di sisi lain mengungkap adanya pertumbuhan penjual yang sangat signifikan, dari yang sebelum pandemi berjumlah 7,2 juta menjadi lebih dari 10 juta saat ini. Pengguna aktif bulanan Tokopedia pun meningkat dari lebih dari 90 juta menjadi lebih dari 100 juta.

Lebih lanjut Tokopedia mendukung para pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, melalui inisiatif hyperlocal demi mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

"Praktiknya, selain mengadakan pendampingan intensif untuk UMKM di berbagai kota, Tokopedia juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan digitalisasi pasar tradisional," jelasnya.

Tonton juga Video "Jokowi: Pelatihan Teknologi Digital Untuk UMKM Harus Diperbanyak":

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)