Duduk Perkara Paspampres-Polisi Halau Wartawan agar Tak Wawancarai Bobby

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 17:32 WIB
Bobby Nasution (Arfah/detikcom)
Bobby Nasution (Arfah/detikcom)
Medan -

Paspampres dan Pemko Medan menjelaskan duduk perkara wartawan yang dihalau saat akan mewawancarai Wali Kota Medan Bobby Nasution di kantor Walkot Medan. Salah satu pemicu wartawan itu dihalau karena dianggap tak membawa tanda pengenal.

"Diawali datang dua orang masuk ke Pemkot tidak sesuai prosedur dan tidak menggunakan tanda pengenal," ujar Komandan Paspampres Mayjen Agus Subiyanto saat dimintai konfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Kedua orang itu kemudian dicegah oleh polisi dan Satpol PP. Namun kedua orang itu diduga tak terima sehingga Paspampres turun tangan melaksanakan prosedur pengamanan terhadap Bobby yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kemudian dicegah oleh polisi dan Satpol PP, kemungkinan ditegur tidak terima," ujar Agus.

"(Tindakan Paspampres) sesuai prosedur dan sopan," sambung Agus.

Pemko Medan juga menjelaskan kalau Paspampres, polisi dan Satpol PP tak pernah menghalangi wartawan yang mau mewawancarai Bobby. Menurutnya, Paspampres, polisi, dan Satpol PP saat itu hanya meminta wartawan yang berada di depan gedung kantor Wali Kota pindah ke dalam ruang untuk media.

"Di dalam kan ada kursi disediakan untuk ruang tunggu. Kan kurang sopan kalau duduk di depan, di lesehan. Intinya tidak ada pelarangan wawancara Pak Wali," ujar Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane.

Dia mengatakan Humas Pemko Medan juga bakal membantu wartawan yang ingin mewawancarai Bobby. Menurutnya, Bobby juga tak pernah meminta siapa pun untuk menghalang-halangi wartawan.

"Bagian Humas kan ada di Kantor Wali Kota, kalau mau konfirmasi atau wawancara dengan Pak Wali Kota atau Wakil Wali Kota bisa kita bantu fasilitasi," ujarnya.

Sebelumnya, PWI Sumut mengkritik pengamanan yang dilakukan terhadap Bobby. PWI meminta pengamanan Bobby tidak menghalangi wartawan yang hendak mewawancarai Bobby.

"Tidak boleh polisi, Paspampres menghalangi tugas jurnalistik wartawan," kata Ketua PWI Sumut Hermansjah kepada wartawan, Kamis (15/4).

Hal itu disampaikan Herman karena ada wartawan yang dinilainya dihalangi untuk mewawancarai Bobby di kantor Wali Kota Medan. Wartawan itu disebut dihalangi oleh Satpol PP, polisi, hingga Paspampres yang berada di kantor Wali Kota Medan.

Ada juga video yang menunjukkan wartawan di area Kantor Wali Kota Medan diminta oleh seorang polisi agar tak berada di bagian depan gedung. Selain itu, ada seseorang yang menggunakan pakaian safari meminta agar dia tak direkam.

"Ini kan bermula dari adanya wartawan yang dihalangi, dari Satpol PP, polisi, dan Paspampres katanya di Pemko. Kita kan belum tahu, belum mengkonfirmasi ke Bobby apakah itu atas permintaan beliau atau tidak," ucapnya.

Simak juga video 'Bobby Beraksi, Pimpin Normalisasi Parit di Medan':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)