Aparat Stasiun Tanah Abang Botaki Penumpang Nangkring di Atap KA

Aparat Stasiun Tanah Abang Botaki Penumpang Nangkring di Atap KA

- detikNews
Senin, 06 Mar 2006 18:10 WIB
Jakarta - Petugas PT KA di Stasiun Tanah Abang juga sibuk menggelar Operasi Tertib menyusul amblesnya atap gerbong KRD 907 Jumat lalu. Mereka yang terjaring nangkring di atap KA, bakal ditangkap dan dibotaki.Pantauan detikcom pukul 15.00-17.00 WIB, Senin (6/3/2006), penumpang yang nekat duduk di atap KA tampak menghilang. Beberapa KRL ekonomi tujuan Serpong, Bekasi dan Depok, tidak ada lagi penumpang bandel yang terlihat.Sejumlah Satgas PT KA tampak mondar-mandir membawa handy talkie (HT) mengawasi penumpang yang naik turun stasiun. Di peron, tampak dipasang spanduk "Dilarang Naik di Atap KA. Berbahaya!!!""Spanduk baru dipasang tadi malam, Mas," ujar seorang pedagang makanan. Menurut seorang petugas operasi, Johansyah Feri (30), hari ini pihaknya tidak melakukan penangkapan penumpang bandel. Petugas hanya mengimbau melalui pengeras suara. Selain itu petugas di peron akan menahan KA jika ada penumpang yang nekat naik ke atap. KA baru diberangkatkan jika penumpang nekat itu sudah turun."Kalau kemarin kita tangkap 17 orang, kebanyakan penumpang dari Rangkasbitung," kata Johansyah. Kalau penumpang nekat itu ditelanjangi di Stasiun Manggarai, kalau di Stasiun Tanah Abang, mereka didenda Rp 50 ribu atau diambil KTP-nya. Untuk penumpang yang tidak bawa uang dan KTP, petugas mencukur botak rambut mereka."Yang dibotakin kemarin ada 4. Habis sudah kelakuan, Mas, susah ya. Jadi kita terpaksa keras dikit," ujar Johansyah.Aneka UpayaEntah sampai kapan penumpang menghilang dari atap KA. Sebab selama ini PT KA sudah berulang kali memasang berbagai rintangan untuk mencegah penumpang naik ke atap KA. Namun upaya ini tak pernah sukses."Atap KA pernah kita pasang paku 7 cm, tapi mereka patahkan juga kok," kata Johansyah.Pernah juga dipasang air berwarna yang bisa menyemprot penumpang bandel itu, tapi tidak juga efektif. Selain itu ongkosnya terlalu mahal.Jendela KA yang biasa jadi injakan ke atap, pernah dipasang teralis. "Tapi kesannya mengurangi kenyamanan ya," kata Johansyah.Cara lainnya, talang air kecil di atap KA yang sering jadi pegangan, disemen. Tapi tetap saja penumpang nekat berhasil naik ke atap.Upaya terakhir memasang teralis yang digantung dari atap peron yang sejajar dengan atap KA sehingga penumpang akan terhalang dengan jeruji. Cara ini sudah dipasang di beberapa stasiun, misalnya di Depok, Tebet dan Manggarai. "Tapi tetap saja bisa ngakalin, mereka naik dari sambungan gerbong," kata Johansyah. (nrl/)



Berita Terkait