100 Hari Kerja Trenggono, KKP Tangkap 72 Kapal Illegal Fishing

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 15:18 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Foto: Nurcholis Ma'arif
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 72 kapal illegal fishing dalam rentang 100 hari kerja Wahyu Sakti Trenggono menjabat Menteri KP. Rinciannya ialah 60 kapal domestik dan 12 kapal berbendera Vietnam dan Malaysia.

Plt Dirjen PSDKP KKP, Antam Novambar, menjelaskan penangkapan itu merupakan hasil kerja sama antara KKP dengan berbagai instansi lain, seperti Polair, Bakamla, Angkatan Laut, Bareskrim, Bea-Cukai, dan sebagainya.

"Di dalam 100 hari kinerja Pak Menteri, yang dulu 100 kapal dalam 1 tahun, sekarang kita sudah menindak 72 kapal, baru 100 hari," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Jakarta (15/4/2021).

"Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan lagi, menangkap atau menindak, para pelaku terutama yang dari asing," imbuhnya.

Antam juga mengungkapkan modus-modus baru pelaku illegal fishing, antara lain beroperasi secara berpencar, alat yang dioperasikan semakin beragam, dan hide and seek atau kucing-kucingan dengan aparat.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Santoso mengungkapkan alasan masih maraknya terjadi illegal fishing karena sumber daya ikan Indonesia yang melimpah.

"Mereka eksploitasi besar-besaran, menggunakan alat tangkap yang dilarang tadi. Nah, karena terumbu karang tadi sudah habis, ikan lari ke Indonesia," ujarnya.

Adapun kapal dari domestik ditangkap karena sedang ditertibkan untuk meningkatkan PNPB. Selain itu, juga untuk mencegah penggunaan alat penangkapan yang merusak sumber daya laut.

"Mengapa kapal lokal? Karena Pak Menteri punya visi bagaimana meningkatkan PNPB (penerimaan negara bukan pajak). Nah PNPB dari perikanan ini kalau kapal nggak tertib, percuma. Tugas kami menertibkan dan memastikan bagaimana kapal tersebut beroperasinya di wilayah yang sudah dibagi," ujarnya.

(mul/mpr)