Kilas Balik

Poros Tengah, Koalisi yang Bermula dari Ambisi Amien Rais

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:43 WIB
Pertemuan Presiden PKS dan Ketum PPP (Rahmat Fathan-detikcom)
Pertemuan Presiden PKS dan Ketum PPP (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Para petinggi PKS dan PPP bertemu dan memunculkan wacana poros partai Islam atau poros tengah pada 2024. Wacana poros tengah juga disambut baik oleh PKB. Gagasan poros tengah ini muncul pada era reformasi berkat manuver Amien Rais.

Dikutip dari buku 'Cemerlangnya Poros Tengah' yang ditulis Suharsono, poros tengah merupakan koalisi dari partai-partai Islam yang muncul pada Pemilu 1999. Poros tengah juga kerap dijuluki sebagai Fraksi Reformasi.

Poros tengah ini bermula dari PAN yang resmi mengumumkan Amien Rais sebagai calon presiden pada Desember 1998.

Kepada wartawan Amien menyatakan, jika terpilih, dia akan mengembangkan demokrasi tanpa embel-embel. "Demokrasi dikasih embel-embel akan rusak. Demokrasi terpimpin rusak, demokrasi Pancasila rusak. Demokrasi yang kita kembangkan adalah demokrasi yang bersifat universal."

Kendati demikian hasil Pemilu 1999 tak menguntungkan PAN. PAN 'hanya' mendapatkan 34 kursi di DPR. Meski demikian, Amien mampu bermanuver menggalang partai Islam membentuk sebuah koalisi dengan nama poros tengah. Poros tengah ini terdiri atas PAN, PKB, PPP, PK (Partai Keadilan yang kini menjadi PKS) dan PBB.

Aliansi ini menggagalkan upaya partai pemenang pemilu, PDIP memajukan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Saat itu PDIP mengantongi suara 33 persen.

Amien justru mendekati Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, kepada Gus Dur, Amien mengatakan Indonesia butuh pemimpin yang bisa jadi penengah. Dan tokoh itu adalah Gus Dur.

Lewat koalisi poros tengah ini, Amien Rais berhasil menduduki jabatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Presiden dipilih oleh MPR. Akhirnya Gus Dur berhasil menjadi presiden dengan Megawati sebagai wakilnya pada akhir Oktober 1999.

Namun belum genap setahun Gus Dur memerintah, kekuasaannya mulai diutak-atik. Pertengahan tahun 2000, Amien menyatakan kecewa atas kinerja pemerintahan Gus Dur. Dia menyatakan poros tengah siap berkoalisi dengan PDIP.

Situasi politik di DPR pun berbalik menentang Gus Dur. Ditandai dengan terbentuknya Pansus DPR untuk menyelidiki Bulog Gate dan Brunei Gate. Amien sebagai Ketua MPR juga ikut berbalik mendorong Gus Dur lengser dari kursi presiden.

Gus Dur akhirnya dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. Sementara itu, Amien menyelesaikan masa tugasnya sampai 2004.

Semenjak itu, poros tengah dianggap sebagai aliansi yang cemerlang di era reformasi saat itu.

Amien Rais pernah berusaha mencoba kembali model aliansi seperti poros tengah pada 2004. Saat itu PAN berkoalisi dengan PKS membentuk Poros Penyelamat Bangsa (PPB). Namun poros ini tak secemerlang poros tengah.

Selanjutnya
Halaman
1 2