Puasa di Negeri Rantau

Kisah WNI 50 Tahun di Prancis, 2 Kali Ramadhan dalam Suasana Pandemi

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 12:18 WIB
puasa di negeri rantau
Foto: Dok. Alijullah Hasan Jusuf/Kisah WNI 50 Tahun di Prancis, 2 Kali Ramadhan dalam Suasana Pandemi
Jakarta -

Bagi Alijullah Hasan Jusuf, WNI yang sudah tinggal sekitar 50 tahun di Prancis, puasa di sana banyak suka dan duka. Terlebih tahun 2021 adalah Ramadhan dua kali di masa pandemi.

Pada masa pandemi COVID 19 tahun 2021, puasa berlangsung sejak pukul 05.00 hingga pukul 21.00 waktu setempat. Ali harus menahan lapar dan dahaga selama 16 jam.

Meski lama, tahun ini pria berusia 71 tahun itu merasakan kenyamanan. Sebab puasa Ramadhan 1442 H di Prancis dalam suasana yang dingin.

puasa di negeri rantaupuasa di negeri rantau Foto: Dok. Alijullah Hasan Jusuf

Puasa di Prancis 2021 saat ini dalam masa tidak lockdown namun masih ada jam malam. Masyarakat di Prancis tidak boleh keluar dari pukul 19.00 hingga 06.00. Selebihnya mereka boleh keluar rumah namun dalam jarak 10 km.

"Kalau lebih dari 10 km, harus ada surat resmi misalnya untuk menjenguk keluarga yang sakit," ujar Ali kepada detikcom, Selasa (14/4/2021).

Karena ada jam malam, mereka pun buka puasa di rumah masing-masing. Istri Ali membuat masakan lontong, lumpia, pisang goreng, dan kolak.

Untuk sholat tarawih, Masjid Raya Prancis masih ditutup. Yang dibuka hanya masjid luar kota yang ada halamannya. Itu pun hanya untuk sholat Jumat di halaman masjid.

"Jadi masyarakat muslim sholat taraweh di rumah masing-masing," kata pria yang menulis buku berjudul Penumpang Gelap dan Paris Je Reviendrai ini.

Berbeda saat tidak pandemi, saat Ramadhan tiba, masyarakat muslim Prancis mengadakan buka bersama setiap Sabtu di aula Kedutaan besar RI di Paris. Ibu-ibu darma wanitanya membuat masakan seperti ayam goreng, sayur lodeh, rendang, dan sebagainya.

Setelah itu mereka melakukan sholat tarawih berjamaah. Selain tarawih, mereka mengadakan sholat Idul Fitri berjamaah.

puasa di negeri rantaupuasa di negeri rantau Foto: Dok. Alijullah Hasan Jusuf

Puasa di Prancis Saat Tidak Pandemi

Masyarakat Prancis tidak banyak yang berpuasa Ramadhan. Pendatang yang berpuasa banyak dan berasal dari Alzajair, Maroko, Tunisia, Turki, Siria, Iran, Irak, dan Pakistan. Penduduk Prancis yang beragama muslim hanya sekitar ratusan ribu orang.

Karena itu, suasana Ramadhan di Prancis tidak semeriah di Indonesia. Di Prancis tidak terdengar azan maghrib tanda buka puasa. Atau tidak ada azan Subuh tanda dimulainya puasa. Semua toko makanan tetap buka dari pagi hari hingga malam.

Puasanya menyesuaikan dengan peredaran matahari. Bila Bulan Ramadhan terjadi pada musim panas maka matahari terbit pukul 05.00 dan terbenam jam 21.00. Makanya sahur pukul 04.30 dan bukanya pukul 21.00.

Ketika musim panas tiba, Ali pernah merasakan puasa Ramadhan pada suhu matahari mencapai 33 derajat. Pria yang terkenal dengan nama Lurah Paris itu pun kehausan.

Namun dengan tekad yang bulat untuk berpuasa. Ali tetap berpuasa namun jadwal buka puasa merujuk jam waktu di Makkah.

Tonton juga Video: Kumandang Azan di Hagia Sophia Tandai Dimulainya Ramadhan 1442 H

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/erd)