Sambut Pertemuan PPP-PKS, Yusril Dorong Koalisi Partai Islam

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 11:14 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

PPP dan PKS bertemu dan mewacanakan poros partai Islam pada Pemilu 2024. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mendukung wacana tersebut sembari mendorong pembentukan koalisi partai Islam.

"Saya selalu menyambut baik setiap gagasan dan niat untuk menyatukan partai-partai Islam, baik dalam bentuk koalisi, aliansi, bahkan peleburan partai-partai Islam menjadi satu kekuatan," kata Yusril kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Yusril menyebut gagasan besar penyatuan partai Islam memang tidak mudah. Yusril menyebut partai sering kali terpecah bukan karena masalah fundamental terkait ideologi atau prinsip perjuangan, tetapi karena perbedaan kepentingan politik praktis di lapangan.

"Untuk menyatukan partai-partai Islam dapat dimulai dengan pembentukan koalisi partai, yang harus mendapat legitimasi undang-undang, baik UU Parpol maupun UU Pemilu," kata Yusril.

"Partai-partai Islam bisa saja tampil dengan satu partai koalisi dalam pemilu, katakanlah misalnya diberi nama Partai Koalisi Islam yang terdiri atas beberapa partai Islam peserta pemilu. Tanda gambar peserta pemilunya terdiri atas beberapa partai Islam yang bergabung dalam koalisi itu," imbuh Yusril.

Soal daftar calon, partai-partai Islam yang bergabung ke dalam koalisi disebut Yusril dapat bernegosiasi soal calon di daerah pemilihan tertentu. Karena di Indonesia menggunakan sistem suara terbanyak, Yusril menyebut nomor urut tidak lagi memainkan peran penting dan menentukan.

"Saya menyambut baik pertemuan PKS dan PPP kemarin yang mulai membahas pembentukan poros tengah partai-partai Islam. Pemilu masih tiga tahun lagi. Namun lebih cepat membahas hal di atas akan lebih baik," sebut Yusril.

Dalam pemilu yang lalu, kata Yusril, ada tiga partai Islam yang ikut, yakni PKS, PPP, dan PBB. Karena sekarang hanya PKS dan PPP yang punya wakil di DPR RI, Yusril mendorong kedua partai tersebut aktif mengambil inisiatif membentuk koalisi atau poros tengah partai-partai Islam.

"PBB akan ikut aktif dalam pertemuan-pertemuan lanjutan yang nanti akan diadakan," jelas Yusril.

Simak Video: PPP dan PKS Buka Peluang Koalisi Poros Partai Islam

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)