Wagub Sebut Rumah-Apartemen di DKI Kerap Dijadikan Penampungan TKI Ilegal

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 21:53 WIB
Wagub DKI Jakarta Riza Patria Kunjungi Korban Kebakaran Matraman
Wagub DKI Jakarta Riza Patria (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, Ibu Kota tak terlepas dari permasalahan ketenagakerjaan. Bahkan Riza menyebut apartemen hingga rumah di Jakarta kerap dijadikan lokasi penampungan pekerja migran ilegal.

"Di Jakarta memang masih ada pekerja migran, rumah, apartemen dijadikan penampungan pekerja migran yang ilegal yang mau berangkat ke luar negeri," Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, Riza menyinggung soal banyaknya oknum yang membantu meloloskan pekerja migran ilegal ke luar negeri. Biasanya para pekerja migran memilih menetap sementara di Jakarta sambil menunggu waktu keberangkatan.

"Kita semua bekerja sama dengan Dukcapil memastikan tidak ada lagi oknum yang membantu pembuatan KTP, dari saudara-saudara kita, yang ingin berangkat keluar negeri kemudian menumpang di Jakarta, tinggal di Jakarta sementara kemudian berangkat tanpa bekal yang cukup," ungkapnya.

Riza menyatakan perlunya upaya-upaya mengatasi permasalahan ini. Salah satunya, dengan cara memberikan pembekalan bagi para pekerja migran sebelum berangkat ke negara tujuan.

"Penting bagi Kami pemerintah Provinsi Jakarta memahami, mengerti, dan bersinergi positif agar proses recruitment pelatihan, pendidikan sampai keberangkatan dan kembali nanti dapat terlaksana dengan sebagaimana mestinya. Memang proses rekrutmen, pembekalan kompetensi adalah modal utama agar kemudian di luar negeri tidak menimbulkan masalah," jelasnya.

Politikus Gerindra itu mengimbau masyarakat agar mendaftarkan diri sebagai pekerja migran melalui jalur resmi. Jangan sampai nantinya menimbulkan masalah yang menyangkut ketenagakerjaan.

"Kami minta semua warga Indonesia dan khususnya warga Jakarta yang ingin bekerja keluar Negeri sebagai pekerja migran agar menggunakan asosiasi, institusi, badan yang resmi yang terakreditasi agar tidak menimbulkan masalah," jelasnya.

Sebagai pencegahannya, Pemprov DKI menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mencegah merebaknya penyaluran TKI Ilegal.

"Hadirnya BP2MI luar biasa melaksanakan berbagai program dan gerakan termasuk yang paling penting kita ingin memastikan tidak ada lagi aparat atau oknum-oknum yang sebelumnya bekerja pekerja yang ilegal. Mudah-mudahan kita bersama-sama bisa mengurangi potensi adanya masalah ketenagakerjaan Indonesia," jelas dia.

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menuturkan kerja sama ini juga berlangsung di lima provinsi lain, yaitu Jatim, Lampung, NTB, Jabar, dan Jateng.

"Tentu penyelesaian dari dulu secara bersama-sama sinergi kolaborasi menjadi penting dan alhamdulillah komitmen Pemprov sudah ditunjukkan di DKI Jakarta dan diskusi hari ini menghasilkan beberapa hal yang sangat positif bagaimana menghadirkan negara, memaksa hukum harus bekerja, memberikan perlindungan dari ujung rambut sampai ujung kaki kepada pekerja migran Indonesia," kata Benny.

Benny juga akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjaga Wisma Atlet dari oknum-oknum yang diduga melakukan pemalakan terhadap PMI. Diketahui, PMI yang baru pulang ke Indonesia harus menjalani isolasi di Wisma Atlet, Kemayoran.

"Kemarin ada masukan, dari temuan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dialami oleh TNI, saya akan segera berkoordinasi dengan Panglima TNI. Dan Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina dan tidak digunakan untuk hal-hal untuk melakukan pemalakan kepada pekerja migran," kata dia.

"Tentu soal protokol kesehatan sebagaimana yang diatur gugus tugas harus dipatuhi oleh setiap warga negara atau warga asing yang tinggal di Indonesia. Itu semua harus mematuhi protokol kesehatan demi Keselamatan WNI. Dan negara kita sudah menyiapkan Wisma Atlet," ujar Benny.

Lihat juga video 'BP2MI Bongkar Penampungan Ilegal Calon Pekerja Migran di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)