Dukung Kampung Sehat 2 NTB, Desa Ini Perangi COVID-19 dengan Jamu

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 21:26 WIB
Polda NTB
Foto: dok. Polda NTB
Jakarta -

Masyarakat Desa Tanak Kaken, Lombok Timur, NTB punya caranya sendiri dalam memerangi penyebaran virus COVID-19. Masyarakat di desa ini menggunakan jamu tradisional warisan leluhur yang diproduksi sendiri dan dikemas sedemikian rupa dalam kemasan untuk dipasarkan.

Kepala Desa Tanak Kaken Lalu Salikin mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu dukungan Suksesnya Program Kampung Sehat 2 yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Pol Mohamad Iqbal.

"Agar musibah virus yang melanda segera berakhir. UMKM yang menonjol pada desa kami yaitu Jamu Tradisional dan Anyaman Ketak. Selain itu ada keistimewaan lain yang dimiliki Desa Tanak Kaken ini. Sesuai dengan namanya Tanak Kaken itu bahasa Sasak yang artinya Tanah yang bisa dimakan," ujar Salikin dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Salikin menuturkan di masa pandemi saat ini, jamu tradisional warisan leluhur menjadi salah satu cara mereka untuk melawan penyebaran virus COVID-19. Di samping itu, masyarakat desa juga mentaati protokol kesehatan dan 5M.

Jamu tradisional tersebut diproduksi oleh ibu-ibu PKK binaan BumDes yang berlabel 'Jamu Sehat Healthy & Natural'. Bahan baku jamu berasal dari Toga ( Tanaman obat keluarga) yang di tanam di pekarangan rumah masyarakat di desa.

"Pengelolaan Jamu Tradisional yang sudah diproduksi oleh PKK desa, dalam pemasarannya bekerjasama dengan Bumdes. Sementara ini Pemasarannya lewat media sosial dan retail di sekitar desa. Ke depannya ingin dikembangkan produksi jamu tradisional warisan leluhur ini dalam jumlah yang besar," ungkap Salikin.

Polda NTBPolda NTB Foto: dok. Polda NTB

Produksi jamu di masa pandemi memang sangat diminati oleh masyarakat. Sebab memiliki banyak khasiat nya untuk menjaga imun tubuh agar tetap sehat dan kebal terhadap serangan virus COVID-19

Terkait dukungan pemerintah, Ketua PKK Desa Tanak Kaken Baiq Zuriati mengatakan dukungan dari Pemda sangat direspon baik oleh ketua tim penggerak PKK pemerintah Kabupaten Lombok Timur Hartatik Sukiman Azmy.

"Beliau menyuruh kami membangkitkan inovasi dari jamu tradisional Healthy & Natural serta Songgak. Tapi hingga kini kami menunggu pembinaan dari pemerintah agar produk kami ini bisa kita pasarkan ke skala nasional," terang Zuriati.

Polda NTBPolda NTB Foto: Polda NTB

Di sisi lain Kanit Binmas Polsek Sakra Barat Aipda Rohmatullah menerangkan masyarakat sangat antusias menyambut lomba Kampung Sehat Jilid 2 ini. Menurutnya lomba tersebut adalah salah satu cara untuk membangkitkan lagi kesadaran masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Sinergitas tiga pilar Pemdes Babinsa dan Babinkamtibmas disini sangat baik jadi pelanggaran prokes semakin berkurang. Karena rutin nya himbauan untuk mentaati prokes. Baik melalui ceramah di masjid maupun di mushola. Juga kami pasang himbauan lewat spanduk dan banner," katanya.

Menurutnya masyarakat malah bersyukur karena adanya Kampung Sehat Jilid 2 karena menjadi salah satunya cara mendidik masyarakat untuk menghambat penyebaran virus COVID-19.

"Dengan adanya Kampung Sehat jilid 2 ini menjadi kebiasaan baru dalam menjalankan prokes dan 5 M," tuturnya

Simak video 'Update Kasus Corona RI: Bertambah 5.656 Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)