Amien: RI Tak Usah Takut Pada AS, Freeport Ditutup Saja
Senin, 06 Mar 2006 16:02 WIB
Jakarta -
Mantan Ketua MPR Amien Rais bicara soal PT Freeport Indonesia lagi. Dia minta Freeport ditutup dan pemerintah mengkaji ulang lagi kontrak karyanya. AS tidak perlu lagi ditakuti soal ini.Indonesia, kata Amien, harus belajar dari mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez, mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad, bahkan PM Thailand Thaksin Shinawatra."Kalau belum apa-apa kita sudah membungkukkan kepala, kita akan ditekan nantinya," kata Amien sebelum rapat umum Jaringan Pro Demokrasi di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (6/3/2006). Seharusnya, imbuh Amien, Panja Freeport, Komisi VII, seluruh fraksi di DPR, media massa dalam dan luar negeri ditambah pemda dan tokoh Papua, bahkan kalau perlu kalangan eksekutif (pemerintah), berangkat ke Papua untuk melihat kondisi nyata di daerah pertambangan emas itu."Lalu duduk kembali dan lakukan audit ulang terhadap ekologi, perpajakan dan hasil buminya. Kalau perlu tutup dulu Freeport," katanya.Jika itu dilakukan, Amien yakin pemerintah justru akan dibela masyarakat internasional bila menutup Freeport. Jadi Indonesia tidak perlu takut ancaman embargo yang mungkin bakal terjadi lagi."Justru kalau kita berani kita akan dibela. New York Times dan harian L' Tribune menurunkan laporan panjang, dunia internasional tidak tahan dengan kerusakan Papua," katanya.Apalagi, kata Amin, sampai saat ini Indonesia tidak punya supervisi berapa kekayaan Papua yang digotong ke luar negeri. "Buat saya ini semacam penghinaan ala zaman penjajahan," tandasnya.Soal sinyalemen Amien punya kepentingan ekonomi pribadi karena terus menggugat masalah ini, dibantah tegas pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu. "Kepentingan apa? Tunjukkan saja. Saya sudah tidak ingin jadi ketua MPR atau ini itu, saya hanya ingin menunjukkan kejahatan berganda-ganda di Papua," tegas pria bergelar profesor ini.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































