Suara Mahasiswa

Kemendikbud Digabung Ristek, IMM Minta Nadiem Diganti

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:46 WIB
Mendikbud Nadiem Makariem melakukan rapat kerja dengan Komisi X DRI. Rapat tersebut membahas perkembangan program 1 juta PPPK Tahun 2021.
Medikbud Nadiem Makarim (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyambut baik penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Namun, dia meminta agar Medikbud Nadiem Makarim ikut diganti.

IMM, yang dipimpin Ketua Umum Najih Prastyo dan Sekjen M Robby Karman, menyambut baik rencana pemerintah Presiden Jokowi menggabungkan dua kementerian itu.

"Apresiasi atas upaya penggabungan oleh Pemerintah terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) menjadi Kemdikbud-Ristek, yang sebelumnya pendidikan tinggi sudah di bawah satu atap dengan dikbud. Memang sudah sejatinya pendidikan dan riset bersenyawa," kata IMM dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (14/4/2021).

IMM menyebut ada keuntungan jika dua lembaga itu digabung. Ada harapan, penggabungan itu membawa dunia pendidikan ke arah yang lebih baik.

"Dengan penggabungan Dikbud dan Ristek di bawah satu atap, tentu akan tercipta iklim yang terkosentrasi, terpusat, terkoneksi, berkelanjutan. Sehingga akan membawa arah pendidikan ke arah yang lebih terukur dan jelas," ujarnya.

IMM menilai Mendikbud Nadiem tidak mampu menangani Kemendikbud-Ristek. Jadi, Nadiem dinilai IMM sebagai menteri yang patut dirombak atau di-reshuffle.

"Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim, MBA, tidak cukup menampilkan performa yang berarti pada adaptasi pendidikan di masa pandemi COVID-19. Tidak ada terobosan yang berarti itu. Terkesan Mas Menteri hanya berkutat pada konsep-konsep branding Merdeka Belajar, sehingga terkesan lupa akan adaptasi pendidikan di masa pandemi. Sehingga isu pergeserannya menjadi patut dipertimbangkan," katanya.

IMM meminta Presiden Jokowi memilih Mendikbud-Ristek yang tepat. IMM meminta Mendikbud-Ristek yang baru memiliki pengalaman di dunia pendidikan.

"Berbicara pendidikan itu long term (waktu yang panjang). Sehingga perlu mempertimbangkan pengganti menteri yang cakap, berpengalaman dan profesional di dalam pengelolaan pendidikan. Akan lebih pas jika Kemdikbud-Ristek ke depan harus dipimpin oleh sosok yang telah teruji dan kredibel dalam hal managerial dan paham misi pendidikan kebangsaan," kata IMM.

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM), Najih Prastyo.Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM), Najih Prastyo. (Foto: dok. pribadi)
(aik/dnu)