Bahayanya Penyuntikan Vaksin Nusantara yang Belum Kantongi Izin BPOM

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 13:18 WIB
Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia turut pamerkan Vaksin Corona Nusantara yang disebut aman untuk digunakan warga.
Eks Menkes Terawan Agus Putranto penggagas vaksin Nusantara (Rengga Sancaya/detikcom)

Sebelumnya, beberapa tokoh mendukung dan divaksinasi dengan vaksin Nusantara di RSPAD. Salah satu tokoh yang mendukung vaksin ini adalah Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Ical disebut disuntik vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto.

Hal itu dikonfirmasi oleh juru bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa. Selain itu, video berdurasi 9 detik ketika Ical menyatakan sudah disuntik vaksin Nusantara juga beredar.

"Betul, beliau kirimin saya video Kamis lalu. Saya memang tak mendampingi. Tapi beliau kirim videonya ke saya awalnya," kata Lalu kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Politikus Golkar itu mengungkapkan Ical mendukung kesuksesan vaksin Nusantara. Menurut Ical, kata Lalu, hal itu sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat mencintai produk Indonesia.

"Beliau bukan saja mendukung tapi juga mendoakan vaksin Nusantara sukses. Ini kan sesuai dengan permintaan Bapak Presiden agar kita mencintai produk dalam negeri," ujarnya.

Pembelaan untuk Vaksin Nusantara

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meluruskan isu anggota Komisi IX DPR RI akan disuntik vaksin Nusantara di RSPAD hari ini.

Dasco mengatakan sejumlah pimpinan DPR, termasuk dirinya, baru akan mengambil sampel darah di RSPAD dan belum ada penyuntikan vaksin hari ini.

"Pertama saya luruskan, bahwa hari ini kita bukan menerima vaksin atau menyuntik vaksin, tapi baru mengambil sampel darah yang kemudian akan diolah dengan sistem dendritic cell. Untuk kemudian nanti baru dimasukkan lagi setelah 7 hari ke dalam tubuh, untuk kemudian apa yang dimasukkan itu mengajarkan sel darah kita lain untuk melawan apabila ada virus yang masuk, termasuk virus COVID-19 dari berbagai varian," kata Dasco, kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Pengambilan sampel yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR serta tokoh lain ini untuk melanjutkan vaksin Nusantara ke fase II. Dia yakin proses ini akan berhasil.

Untuk diketahui, hingga saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin atau lampu hijau kelanjutan uji klinis vaksin Nusantara karena sejumlah catatan.

Hal ini ditegaskan juru bicara vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia. Ia menyebut belum ada izin dari BPOM untuk mengeluarkan Persetujuan Uji Klinik (PPUK) fase II vaksin Nusantara.

"Tidak ada izin uji klinik fase II yang dikeluarkan oleh BPOM untuk vaksin Nusantara," kata Rizka, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (14/4/2021).

Halaman

(rdp/fjp)