Trayek Diserobot Plat Hitam, Awak Angkudes Sleman Demo
Senin, 06 Mar 2006 14:35 WIB
Yogyakarta - Ratusan sopir dan kernet Angkutan Pedesaan (Angkudes) Kabupaten Sleman menggelar aksi demo. Mereka menuntut agar Pemkab Sleman menertibkan trayek angkutan plat hitam yang beroperasi di Sleman.Demo ratusan sopir dan kernet beserta mobil angkutan itu terjadi di gedung DPRD Kabupaten Sleman, Senin (6/3/2006). Puluhan angkudes diparkir di depan DPRD Sleman di Beran. Sebagian besar awak angkutan juga melakukan aksi mogok jalan saat unjuk rasa berlangsung.Sebelum aksi dimulai sebagian peserta berkumpul dari Pasar Tempel di Jl Magelang Km 20. Sebagian lagi yang masih beroperasi di beberapa tempat langsung berkumpul menuju gedung dewan.Aksi demo itu dipicu oleh beroperasinya angkutan plat hitam di sekitar Pasar Tempel Sleman dan beberapa tempat lainnya. Namun hingga akhir tahun 2005 ini, jumlah angkutan plat hitam itu bertambah banyak dan menggunakan trayek resmi angkutan plat kuning Sleman."Tidak hanya kenaikan BBM saja, tapi angkutan plat hitam juga membuat penghasilan kami turun," kata Mugiono, salah seorang sopir angkudes.Menurut dia, akhir-akhir ini ketegangan antara awak angkudes resmi dengan plat hitam sering terjadi terutama di sekitar Sleman bagian utara seperti Pasar Tempel. Namun aparat kepolisian tidak pernah turun tangan."Kami meminta mereka ditertibkan termasuk bila aparat maupun preman yang ikut membekingi," katanya.Dalam dialog dengan beberapa anggota DPRD Sleman, mereka meminta Pemkab dan Dinas LLAJ maupun aparat kepolisian untuk bertindak tegas. DPRD Sleman sepakat akan menjembatani permintaan awak angkudes untuk berdialog dengan Dinas Perhubungan Sleman maupun dinas terkait lainnya."Kami saja bila melanggar ditilang polisi, tapi kenapa mereka jelas plat hitam tidak ditindak, malah dibiarkan. Teman kami pun sempat ada yang diancam," protesnya.
(nrl/)











































