Sekjen Gerindra Temui Rais Aam PBNU, Bahas Toleransi sampai soal Bencana

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 09:18 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (kiri) bertemu dengan Rais Aam PBNU Miftakhul Akhyar (kanan)/Dok Gerindra
Foto: Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (kiri) bertemu dengan Rais Aam PBNU Miftakhul Akhyar (kanan)/Dok Gerindra
Jakarta -

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani melakukan kunjungan ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di bilangan Rawangun, Jakarta Timur. Kunjungan ini dalam rangka mempererat tali silaturahim di bulan suci ramadhan yang penuh berkah ini.

Muzani didampingi oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Moekhlas Sidik dan Anggota Komisi II Fraksi Partai Gerindra DPR Prasetyo Hadi. Muzani menuturkan, silaturahim adalah hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas nasional di bulan suci ramadhan ini.

"Di bulan suci ramadhan ini, saya bersama jajaran Partai Gerindra melakukan silaturahim dengan Kiai Haji Mihtahul Akhyar, Rais Aam PBNU yang juga Ketua MUI. Saya ucapkan terimakasih atas kesediaan waktunya Pak Kiai," ujar Muzani, Selasa (13/4/2021)

"Karena bagaimanapun silaturahim adalah kegiatan yang penting dilakukan sebagai upaya kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan nasional di bulan suci ramadhan ini," imbuhnya.

Muzani kemudian berbicara mengenai pentingnya toleransi antar umat beragama. Mengingat bangsa Indonesia memiliki keragaman agama dan kepercayaan yang sangat variatif. Sehingga diharapkan umat Islam di seluruh Indonesia dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar, aman, dan damai di tahun ini.

"Hal yang paling mahal dalam berbangsa dan bernegara adalah persatuan. Toleransi tidak dianggap sebagai barang mahal jika kita ke masjid tenang dan ke gereja tenang. Jadi itu yang harus dijaga," ujar Wakil Ketua MPR itu.

Selain itu, pertemuan dengan KH Miftachul Akhyar ini juga turut membicarakan mengenai vaksinasi bagi calon jemaah haji Indonesia. Menurutnya, negara Arab saat ini menerapkan protokol yang ketat salau satunya kewajiban bagi jemaah seluruh dunia yang hendak melaksanakan haji harus sudah divaksin terlebih dahulu di negara asalnya.

"Negara Arab saat ini menerapkan protokol yang ketat terkait haji. Salah satunya hanya menerima calon jemaah haji yang sudah divaksinasi. Oleh karenanya pemerintah Indonesia harus memperhatikan hal itu," jelas Muzani.

Selain itu, Partai Gerindra juga hendak mengajak PBNU bersinergi dalam rangka penanggulangan bencana alam yang melanda wilayah NTT, NTB, dan baru-baru ini Malang, Jawa Timur. Sebagai partai politik, Gerindra berkomitmen untuk terus hadir di tengah rakyat di kala bencana alam melanda wilayah Indonesia.

"Kami berharap Partai Gerindra dan PBNU bisa bersama sama melakukan sinergitas dalam rangka memberikan bantuan kepada korban-korban bencana alam yang melanda wilayah NTT, NTB, dan Malang," jelas Muzani.

Menurut Muzani, persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Sehingga ancaman-ancaman paham radikal seperti terorisme tidak dapat memecah belah persatuan yang telah dipupuk dengan matang oleh para penerus bangsa.

Muzani juga mengajak PBNU serta ormas-ormas Islam di Indonesia lainnya untuk bersama-sama melawan aksi-aksi radikal. Kebersamaan yang kuat menjadi bekal utama untuk umat Islam dan bangsa Indonesia bersatu menentang aksi terorisme.

"Jika kita kuat bersatu, kita tidak mudah dipecah belah dengan aksi-aksi radikal seperti terorisme. Kita harus jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang telah dicapai dengan penuh perjuangan tumpah darah daripada pahlawan-pahlawan yang telah mendahului kita," jelas Muzani.

"Kami juga mengajak PBNU serta ormas Islam lainnya untuk bersama-sama mempertegas sikap anti terorisme dan anti radikalisme. Sehingga bangsa Indonesia dapat terjaga persatuan dan kesatuannya," tambah Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Sementara, Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar menyampaikan, silaturahim menghasilkan sesuatu hal yang baik. Terutama untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

"Mudah-mudahan silaturahim ini akan menghasilkan hal-hal yang baik dan seterusnya," ujar Kiai Akhyar yang juga menjabat Ketua MUI itu.

(fjp/tor)