Brrr... Ini Penyebab Udara di Jakarta Lebih Dingin dari Biasanya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 21:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Anies menekankan wilayah DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan tersebut
Ilustrasi Ibu Kota Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Udara di DKI Jakarta dan sekitarnya lebih dingin dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada tiga faktor yang menyebabkan hal tersebut.

"Beberapa hal yang menyebabkan suhu udara menjadi terasa dingin akhir-akhir ini, pertama dry intrusion atau intrusi udara kering dan dingin yang melanda Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," kata Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Dia menjelaskan dry intrusion adalah intrusi udara kering atau masuknya udara yang bersifat dingin. Guswanto menerangkan udara kering ini datang dari Australia yang sedang dalam musim dingin.

"Seiring dengan pola angin di bagian selatan Indonesia, di mana angin bergerak dari tenggara menuju barat barat laut. Untuk saat ini, pengamatan BMKG menunjukkan bahwa dry intrusion telah memasuki daerah Indonesia yang berada di bawah selatan khatulistiwa," jelas dia.

Faktor kedua, lanjut Guswanto, adalah posisi matahari atau gerak semu matahari. Dia menuturkan, jika posisi matahari di belahan bumi utara, yang dingin selatan ekuator, pun sebaliknya.

"(Faktor) ketiga, hujan yang terjadi dengan durasi lama, terutama pada siang sampai malam hari, sehingga udara terasa dingin pada dini hari hingga pagi hari," tutur Guswanto.

Dia menyebutkan suhu minimum Jakarta sekitar 22 derajat celcius dan di Bogor 16 derajat Celsius. Kondisi ini, menurutnya, masih normal.

"Kondisi ini masih cukup normal karena beberapa hari ke belakang di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) cuacanya cukup cerah pada malam hari, sehingga radiasi matahari relatif lebih maksimal," ucap Guswanto.

Dia lalu menyampaikan cuaca tiga hari ke depan diprediksi hujan berintensitas ringan hingga sedang. Hujan lebat diprediksi terjadi, namun dalam durasi singkat.

"Untuk tiga hari ke depan potensi hujan intensitas ringan-sedang dapat terjadi di wilayah Jabodetabek. Dengan potensi lebat dalam durasi singkat masih dapat terjadi, terutama pada siang atau sore hari ini. Perlu diwaspadai juga potensi hujan dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," papar dia.

Simak video 'Hari Pertama Puasa, Hujan dan Petir Diprediksi Merata di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)