Soal Ban Serep, Demokrat Rindu Kerja Sama Presiden-Wapres Era SBY

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 15:18 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait surat Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang mengkritik konsep kampanye akbar Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/4/2019). Partai Demokrat menegaskan masih solid mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Hinca Pandjaitan (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta -

Juru bicara Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, Masduki Baidowli, menyebut posisi wapres hanyalah ban serep. Partai Demokrat (PD) bicara peran wapres era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya kira kita pernah berpengalaman dua periode 10 tahun Pak SBY memaksimalkan wakilnya, baik zaman Pak JK maupun Pak Boediono. Saya kira kita semua bisa mengikuti, ya," kata Ketua Dewan Kehormatan PD Hinca Pandjaitan di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Hinca mengaku rindu presiden dan wapres kompak memiliki beban kerja yang sama. Tinggal, kata Hinca, soal pembagian kerja saja.

"Kita merindukan presiden dan wakil presiden melakukan kerja-kerja yang sama baiknya, sama banyaknya, kepada masyarakat. Tinggal bagaimana ngatur distribusi pekerjaan saja," ujarnya.

Menurut Hinca, Indonesia memiliki pengalaman kerja pemerintahan saat SBY memimpin. Misalnya, klaim Hinca, memaksimalkan kerja seorang wapres.

"Saya ingin menggambarkan, kita miliki pengalaman yang cukup, saya pernah dekat dengan SBY, tahu betul bahwa wapres itu juga dimaksimalkan di banyak hal. Saya kira pengalaman itu bisa dipakai," ucapnya.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dipilih masyarakat, menurut Hinca, sebagai dwitunggal. Apalagi, katanya, saat ini menghadapi masa sulit di era pandemi.

"Apalagi beban hari ini cukup berat ya, saya kira masa yang paling sulit jadi presiden, salah satunya adalah masa Pak Jokowi di periode kedua ketika menghadapi pandemi yang menguras tenaga, energi, dan sumber keuangan negara kita," imbuhnya.

Survei Indonesia Political Opinion (IPO) sebelumnya menunjukkan kepuasan publik terhadap Wapres Ma'ruf Amin jauh di bawah Presiden Jokowi. Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

"Saya kira kalau surveinya justru Wapres yang di atas Pak Jokowi, malah bingung kita. Jadi kalau wapres di bawah presiden, itu ya biasa. Namanya ban serep itu di mana-mana ya kadang-kadang dipakai, kadang-kadang tidak dipakai. Namanya ban serep kan," ujar Masduki dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/4).

"Apabila Wapres posisi itu (di bawah Jokowi), saya kira wajar," kata Masduki.

Simak juga 'Tim Hukum AHY Cabut Gugatan ke Darmizal Cs soal KLB Deli Serdang':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)