Tangan-Tangan Kotor Rusak Haji

Menag Maftuh Basyuni:

Tangan-Tangan Kotor Rusak Haji

- detikNews
Senin, 06 Mar 2006 12:25 WIB
Jakarta - Mengapa pelaksanaan haji sering amburadul? Menurut Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni, pelaksanaan haji kurang mulus gara-gara ada tangan kotor. Tangan-tangan kotor itu juga merusak citra Depag. "Saya melihat haji rusak memang karena tangan kotor itu sendiri. Kalau dikikis orang-orang dengan tangan kotor itu maka haji jauh lebih baik," kata Maftuh.Hal itu disampaikan Maftuh saat memberikan sambutan lokakarya nasional tentang manasik dan manajemen haji di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (6/3/2006). Penyelenggaraan haji, menurut Menag, tidaklah sulit karena tugasnya yang memang sederhana. Pelaksanaan haji juga tidak memerlukan kiat-kiat yang mendalam serta para jamaah haji juga mudah diatur. Namun karena ada tangan-tangan kotor akhirnya pelaksanaan haji menjadi rusak. Tangan-tangan kotor itu, salah satunya menurut Depag, adalah PT Aurora yang gagal memberangkatkan puluhan jamaah BPIH khusus. Menurut Menag, gagalnya haji itu bukan kesalahan Depag. Namun hal itu justru memperburuk citra Depag yang memberikan izin pada PT Aurora.Apalagi jamaah yang gagal berangkat itu mengadu ke DPR dan menyalahkan Depag yang telah memberi izin pada PT Aurora. Lalu Depaglah sepertinya yang harus bertanggung jawab."Padahal ini tidak ada sangkut pautnya dengan Depag. Hal ini seperti dokter yang melakukan malpraktek, tapi apakah Meneks yang bertanggung jawab?" kata Menag. Menag juga menjelaskan, selain kasus PT Aurora, tangan-tangan kotor yang dimaksudnya adalah adanya calo pemondokan. "Calo-calo itu harus dihabiskan. Ada yang mengatakan utusan dari RI 1 untuk mengurusi rumah, ada juga yang mengaku dari Depag. Itu salah satu tangan kotor," kata Menag. Sebenarnya Depag telah berupaya sungguh-sungguh dan telah memberi hasil yang signifikan meski belum maksimal dalam pelaksanaan haji tahun ini. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads