Gunung Ili Lewotolok di NTT Alami 3 Kali Erupsi Pagi Ini

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 09:13 WIB
Gunung Ile Lewotolok, NTT erupsi
Gunung Ili Lewotolok, NTT, erupsi. (Foto: Dok. Magma Indonesia)
Jakarta -

Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi pagi ini. Ada tiga kali erupsi yang tercatat sejak pukul 05.31 Wita.

Dilihat detikcom di situs magma.esdm.go.id, Selasa (13/4/2021), Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi pertama pada pukul 05.31 Wita.

Tinggi kolom abu kurang-lebih 700 meter di atas puncak atau kurang-lebih 2.123 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 35 detik," demikian tulis situs tersebut.

Erupsi kedua tercatat terjadi pukul 06.05 Wita. Erupsi ini terjadi selama 23 detik dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 26 mm," tulis Kementerian ESDM.

Erupsi ketiga terjadi pukul 09.01 Wita dengan tinggi kolom abu 650 meter di atas puncak. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi 15 detik.

Masyarakat di sekitar gunung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak/kawah. Masyarakat diminta mewaspadai longsor akibat erupsi ini.

"Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok," demikian imbauan pihak Kementerian ESDM.

Masyarakat juga diminta selalu mengenakan masker. Abu vulkanik disebut terpantau jatuh di sekitar wilayah gunung.

"Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," tulis Kementerian ESDM.

"Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar, terutama di saat musim hujan," lanjut keterangan tersebut.

Tonton juga Video: Gunung Api Erupsi Bersamaan, Apa Penyebabnya?

[Gambas:Video 20detik]



(eva/haf)