Round-Up

Pro-Kontra Kehadiran Detasemen Kawal Khusus

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 07:26 WIB
Plat nomor mobil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ramai diperbincangkan publik. Mobil tersebut memakai pelat dinas khusus Kementerian Pertahanan.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Adanya Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menuai pro dan kontra. Adalah PKS yang mempertanyakan urgensi pembentukan Denwalsus tersebut.

"Sejauh ini saya tidak tahu alasan secara spesifik dibentuk Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kemenhan, selain dikatakan ini bagian dari protokoler. Jika ini bagian dari protokoler apakah harus dalam bentuk unit khusus? Apakah ini sesuatu yang mendesak?" kata Ketua DPP PKS, Sukamta, kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

"Saya pikir akan lebih baik jika Kemenhan perhatikan masalah mendesak terkait kondisi keamanan nasional, seperti kasus penyerangan KKB terhadap guru di Papua yang sebabkan 2 orang guru meninggal dunia," sambung anggota Komisi I DPR RI ini.

Sukamta mengatakan lebih baik Denwalsus mengawal guru yang mengajar di pendalaman. Menurutnya, guru di pedalaman lebih rentan terhadap serangan-serangan kelompok bersenjata.

"Saya kira akan lebih baik didahulukan pembentukan detasemen kawal khusus buat para guru yang bertugas di wilayah pedalaman yang rawan secara keamanan," imbuhnya.

Sukamta, Sekretaris Fraksi PKS DPR RISukamta, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI (Ristu Hanafi/detikcom)

Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan panjang-lebar soal Denwalsus ini. Dalam keterangannya, Dahnil menyebut sejak awal ada prajurit yang ditugaskan Markas Besar TNI dari tiga matra menjadi grup atau pasukan jajar kehormatan di Kementerian Pertahanan. Tugas pasukan tersebut adalah melakukan upacara jajar kehormatan atau upacara militer penyambutan tamu-tamu very very important person (VVIP) Kementerian Pertahanan.

Di era Prabowo, ada perbedaan mengenai kriteria pasukan ini. Salah satunya gagah dan menarik.

"Bedanya memang sejak Pak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, beliau meminta kepada Mabes TNI, kemudian angkatan, agar menyediakan pasukan jajar kehormatan yang representatif dari personal TNI. Artinya personal militer Indonesia. Artinya mereka kelihatan gagah, kemudian secara fisik merepresentasikan prajurit-prajurit yang kuat dan sebagainya," kata Dahnil.

"Sehingga ketika upacara jajar kehormatan, para tamu-tamu melihat sosok-sosok militer Indonesia itu mumpuni dengan personel-personel yang bugar dan kemudian menarik. Sehingga kemudian Mabes TNI, angkatan, menyediakan personel-personel yang sesuai dengan permintaan Pak Prabowo tersebut sebagai Menteri Pertahanan," ujarnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Jubir Prabowo Jelaskan Soal Denwalsus Kemhan

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2