Round-Up

Prananda-Puan, Hulu-Hilir Penerus Megawati

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 04:21 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) saat melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019).
Prananda-Megawati-Puan (baju hitam dari kiri ke kanan) (Foto: dok. PDIP)
Jakarta -

Beda peran dua anak Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo dan Puan Maharani, mencuat usai ada dorongan agar Prananda menjadi pengganti Mega. Dorongan tehadap Prananda disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Solo, Fx Hadi Rudyatmo.

Dukungan agar Prananda maju itu disampaikan Rudy saat bicara soal kaderisasi yang disebutnya harus dilakukan pada 2024. Dia menyinggung soal Megawati, yang sudah menjadi Ketum PDIP sejak 1998.

"Kaderisasi harus dilakukan sedini mungkin. Karena Bu Mega Ketua Umun PDIP sejak 1998. Kalau 2024 ingin menyerahkan tongkat estafet, kita harapkan ke Mas Prananda," kata Rudy.

Mantan Wali Kota Solo itu menilai penerus kepemimpinan PDIP harus berasal dari trah Presiden RI pertama, Sukarno. Prananda, katanya, menjadi yang paling tepat di antara nama-nama trah Sukarno, seperti Puan Maharani hingga Puti Guntur Soekarno.

"Mau tidak mau kita yang ditinggalkan ini harus melanjutkan cita-cita Bung Karno untuk menyejahterakan kaum marhaen. Kader yang layak dan pantas menjadi Ketua Umum PDIP ya Mas Prananda," ucapnya.

Dia juga mengungkap sejumlah alasan lain. Rudy mengatakan penilaian itu dilakukannya secara objektif.

"Saya menilai objektif. Beliau sudah berkiprah di parpol, saya kira Mas Prananda punya talenta itu," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Senin (12/4/2021).

Dia menyebut Prananda merupakan orang yang banyak membuat inovasi. Selain itu, katanya, Prananda tidak berambisi pada kekuasaan. Prananda sendiri merupakan Ketua DPP PDIP bidang UMKM, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.

"Beliau tidak punya keinginan jadi menteri, jadi anggota DPR. Di PDIP itu bukan sesuatu yang utama. Tapi yang penting beliau meniti karier di PDIP," ujarnya.

Muncul Faksi Puan Vs Prananda

Pembicaraan terkait calon Ketua Umum PDIP pengganti Megawati ini dinilai menimbulkan faksi Prananda vs Puan. Pakar politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai faksi-faksi itu bisa berdampak pada soliditas PDIP.

"Hal ini menunjukkan besarnya potensi faksionalisme dan konflik keluarga di dalam kekuatan inti PDIP. Jika tidak diantisipasi, faksionalisme antara kekuatan Puan dan Prananda bisa mengintai soliditas PDIP ke depan," kata Ahmad Khoirul Umam, saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Lihat video di Tahun 2019 'Puan Maharani dan Prananda Belum Bisa Memimpin PDIP':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2