300-an Aremania Goyang PSSI
Senin, 06 Mar 2006 11:51 WIB
Jakarta - Perjuangan Aremania patut diacungi jempol. Tidak puas protes di daerah, 300-an Aremania Malang menjejakkan kaki di Jakarta. Mereka menggoyang kantor PSSI di Gelora Bung Karno Senayan.Demo digelar sejak pukul 11.00 WIB, Senin (6/3/2006), atau setengah jam setelah mereka tiba di Stasiun Senen. Mereka menuntut kesebelasan kesayangan mereka, Arema, diberi hak bermain di Liga Champions Asia (LCA) 2006.Mereka sengaja datang dari Malang dengan menumpang KA Matarmaja jurusan Malang-Jakarta. Suporter klub Arema ini memadati dua gerbong. Mereka menghiasi diri dengan atribut-atribut Arema yang berwarna biru. Sebagian besar menggunakan seragam dan syal-syal bertuliskan Arema. Sebagian lagi mengenakan kaos yang bertuliskan "Bubarkan PSSI". Kedatangan mereka di stasiun langsung disambut 30 aparat polisi dari Polda Metro Jaya, Aremania Batavia dan Jak Mania. Para Jak Mania ini yang mengaku sengaja datang untuk memberi dukungan kepada Aremania Malang.Tidak ada kegaduhan yang disebabkan mereka ketika turun dari gerbong. Mereka terlihat tertib, hanya antrean saja yang kelihatan ramai.Tidak menunggu waktu lama, mereka langsung diangkut 4 bus menuju kantor PSSI di Senayan. Di depan kantor PSSI tanpa mengenal lelah mereka langsung menggelar demo.Mereka menuntut perombakan total di tubuh PSSI dan Badan Liga Indonesia, baik secara personel maupun sistem. Mereka juga menggelar spanduk yang antara lain bertuliskan, "Kiamat sudah dekat, PSSI belum tobat". Mereka juga mengibar-ngibarkan bendera Merah Putih, bendera Arema dan bendera Singo Edan.Humas Aremania, Narji, mengatakan, aksi mereka memang tidak bertujuan anarkis. "Kami datang untuk memperjuangkan hak Arema. Kami juga akan menuntut PSSI direformasi. Pengurus yang sekarang harus dibubarkan," tegasnya.Hingga pukul 11.30 WIB, aksi Aremania ini masih berlangsung di depan kantor PSSI.
(umi/)











































