BLK Samarinda Gelar Pelatihan Mekanik Alat Berat

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 19:15 WIB
Kemnaker
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda membuka pelatihan teknisi mekanik alat berat dan PBK Angkatan IV Tahun 2021. Selain itu dilakukan juga Peresmian Workshop dan Peralatan Baru BLK Samarinda, Kalimantan Timur.

Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan mengungkapkan hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas dan daya saing SDM. Untuk itu, lanjutnya, Kemnaker BLK terus menyelenggarakan pelatihan sesuai kompetensi dan kebutuhan dunia industri salah satunya melalui pelatihan berbasis kompetensi (PBK) mekanik alat berat di Samarinda ini.

"Pelatihan Berbasis Kompetensi mekanik alat berat diselenggarakan untuk melayani para pencari kerja atau para pekerja yang ingin memiliki kompetensi di bidang mekanik alat berat," ungkap Budi dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Budi mengatakan pelatihan harus didukung dengan sarana prasarana yang baik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

"Kita berharap alumni pelatihan BLK Samarinda tidak hanya kompeten, namun juga memiliki daya saing dan kesiapan untuk bekerja," katanya.

Ia menambahkan ke depannya Kemnaker memiliki strategi dalam penyelenggaraan pelatihan yakni memperluas penempatan alumni BLK sesuai kebutuhan dan persyaratan pasar kerja.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, kita terus tingkatkan sinergitas dan perhatian kita semua bersama," ujarnya.

Budi menilai perlunya peran pemerintah pusat dan daerah, dunia industri, dan lembaga pelatihan untuk terus bersinergi agar kompetensi calon tenaga kerja yang telah dilatih selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan dapat menjadi solusi pengangguran di Indonesia.

Sementara itu, Kepala BLK Samarinda, Andri Susila mengatakan terdapat program pelatihan sebanyak 12 paket yang diikuti oleh 192 peserta. Ia pung merinci hal ini terdiri dari PBK sebanyak 176 peserta dan pelatihan mekanik alat berat dengan jumlah 16 peserta.

Selain itu, Andri memaparkan sebaran 176 peserta PBK yakni 104 peserta dari Samarinda, 38 peserta dari Kutai Kartanegar, 9 peserta dari Balikpapan, 6 peserta dari Penajam Paser Utara, 3 peserta dari Bontang, Paser, dan Kutai Timur, 2 peserta dari Kutai Barat dan Wajo, serta 1 peserta dari Banyuwangi, Lumajang, Simalungun, dan Pontianak.

Sedangkan 16 peserta pelatihan mekanik alat berat, lanjutnya, berasal dari Samarinda sebanyak 10 peserta, 3 peserta dari Kutai Kartanegara, serta 1 peserta dari Barabai (Kalteng), Berau dan Bontang.

Andri mengungkapkan keberadaan BLK Samarinda menjadi semakin berarti dengan adanya mitra baik dari instansi maupun dunia industri yang memiliki komitmen sama. Adapun komitmen yang ia maksud adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan mewujudkan SDM unggul di wilayah Kalimantan Timur.

"Untuk itu, BLK Samarinda terus membangun sinergitas dan kerja sama dengan instansi lain dan dunia industri. Salah satunya melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri (FKLPI), " kata Andri.

Dalam pembukaan pelatihan ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan Pemkot Samarinda menyambut positif terselenggaranya pelatihan teknisi mekanik alat berat di Samarinda. Ia menilai upaya ini memiliki nilai ekonomi dan strategis bagi upaya pengembangan SDM yang semakin berkualitas.

"Pelatihan ini akan sangat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ia mengajak 10 kabupaten/kota untuk menciptakan sinergi Kaltim bagian dari sinergi Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara ini juga dihadiri oleh Auditor Utama Kemnaker Malik, Direktur Stankom Kemnaker Muchtar Aziz, dan Plt. Direktur Lemlat Kemnaker, Hery Budoyo.

Selain membuka pelatihan, Dirjen Binalattas Budi Hartawan dan Wali Kota Samarinda Andi Harun diketahui menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama BLK Samarinda dengan sejumlah instansi dan dunia industri. Adapun penandatanganan ini terdiri dari kerja sama antar Kepala BLK Samarinda dengan Plt. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Endang Utmiati, serta kerja sama Kepala BLK Samarinda dengan dunia industri (9 perusahaan).

Diketahui, kesembilan dunia industri tersebut antara lain PT. Trinity Auto, PT. Baramulti Sukses Sarana, PT. Alteknologi Bahtera Prayata, PT. Sumber Tata Cipta Teknologi, RVT Group (Cafe & Resto), PT. Indonesia Prima Equipment (Mitra JCB), PT. Bintang Alam Rejeki, PT. Sulung Teknik Sejahtera dan PT. Bara Tabang.

Kepala Teknik Tambang PT Baramulti Sukses Sarana, Alvensus Sihotang menyampaikan pihaknya berharap adanya kesempatan pelatihan BLK dapat mengembangkan kemampuan dan potensi diri. Baik untuk masyarakat Desa Batuah khususnya dan masyarakat Kaltim pada umumnya.

"Tidak hanya dalam dunia kerja tapi dapat juga membentuk kewirausahaan mandiri," ujar Alvensus.

Alvensus menegaskan sebagai bagian dari korporasi pihaknya turut mendukung langkah-langkah kerja yang bebas dari praktek korupsi dan semacamnya.

"Sehingga hal ini dapat dapat ditularkan ke seluruh pemangku kepentingan dan dapat menjadi jati diri BLK maupun para peserta yang akan dibawa kepada masyarakat," pungkasnya.

"Mendukung BLK Samarinda menuju zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani," tambah Alvensus.

(prf/ega)