10 Penumpang di Atap KA Ditelanjangi & Push Up 50 Kali

10 Penumpang di Atap KA Ditelanjangi & Push Up 50 Kali

- detikNews
Senin, 06 Mar 2006 11:40 WIB
Jakarta - Ditelanjangi, disuruh push up 50 kali dan squat jump 50 kali. Itulah mimpi buruk 10 penumpang KRL Depok-Jakarta yang nekat nangkring di atas gerbong KA.Kesepuluh penumpang itu terjaring dalam razia petugas KA di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2006). Semula, hanya lima orang yang dibekuk. Mereka lalu digelandang ke kantor Polisi Khusus KA (Polsuska) Manggarai. Sebelumnya, yang dibekuk petugas ada lima orang. Di kantor Polsuska, baju kelimanya dicopoti, lalu dihukum push up dan squat jump. Lalu mereka disuruh bikin surat pernyataan yang isinya berjanji takkan mengulangi lagi perbuatan mereka nongkrong di atas atap gerbong.Itu belum cukup. Agar bisa pulang dengan baju mereka, mereka diwajibkan mendapatkan penumpang yang tetap nekat duduk di atas KA. Satu orang harus mendapatkan satu orang. Istilah gampangnya, member get member. Jadinya, mereka pun mendapatkan 5 orang. Total jenderal, ada 10 orang yang terjaring hari ini.Nah, selama mencari member 5 orang itu, 5 terhukum generasi pertama tersebut menjadi pusat perhatian penumpang. Mereka berlari dari peron ke peron dengan bertelanjang dada. Kesepuluh orang nekat itu adalah Suhardi (kelahiran 1974), Yatno (1986), Sarif (1979), Riko (1986), Syarifudin (1985), Hariansyah (1986), Aries (1985), Ander (1985), Marwan, dan Ibnu.Menurut Koordinator Operasi Sambudi, kesepuluh orang itu ternyata memiliki tiket. "Mereka bandel, punya karcis tapi tetap naik di atas. Alasannya keretanya penuh. Dan kalau di atas gerbong bisa santai," ujar Sambudi pada detikcom.Razia itu digelar pukul 07.00-10.00 WIB. Setelah menggaet 10 penumpang nakal, petugas menghentikan operasinya. Apakah besok akan ada operasi lagi? "Kita ikuti petunjuk dari atas," kata Sambudi.Terhambat 30 MenitKesepuluh korban razia itu juga mendapatkan 'penataran' dari Sambudi dan Sukardi dari Polsuska. "Kita kasih pembinaan dulu. Kalau tetap bandel dan tertangkap lagi, baru kita bawa ke polisi," kata Sambudi.Kesepuluh orang itu hanya tertunduk lesu mendengar ceramah Sambudidan Sukardi. "Demi nurunin 10 orang kayak kamu, KA kita tahan 30 menit dari Manggarai, penumpang sampai teriak-teriak. Ini padahal demi keelamatan kamu semua," begitu nasihat Sambudi. (nrl/)


Berita Terkait