Imbas Kerumunan Habib Rizieq, Bandara Soetta Alami Kerugian Rp 16 Juta

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 12:06 WIB
Sidang kerumunan Habib Rizieq (Dwi Andayani/detikcom
Sidang kerumunan Habib Rizieq. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum menghadirkan pihak Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi saksi dalam perkara kerumunan Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Jawa Barat. Saksi mengatakan kerumunan Bandara Soetta telah terjadi sehari sebelum kedatangan Habib Rizieq Shihab.

"Jadi H-1 pada saat tanggal 9 itu sekitar 21.00 itu sudah banyak sekali para penjemput yang akan menjemput," ujar Senior Manager of Aviation Security Bandara Soetta, Oka Setiawan, dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

Dalam pemeriksaan saksi kali ini, terdapat 7 saksi yang dihadirkan dan hakim membagi pemeriksaan ke dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama terkait bandara dan keamanan kepolisian.

Dalam kelompok ini, selain Oka, ada Dir Pengelolaan Logistik & Peralatan BNPB Des 2019 dan Koorbidyankes Covid 19 Satgas Penanganan COVID Rustian SSI, Kasat Intelkam Polres Jakpus Ferikson Tampubolon, dan eks Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto.

Oka mengatakan massa yang hadir datang dari berbagai daerah. Massa yang menjemput juga disebut masuk hingga terminal 3 Bandara Soetta.

"Jadi dari berbagai daerah kami tanya juga berbagai daerah di Indonesia dari Jawa Timur, Jawa Tengah," tuturnya.

"Tapi pada kenyataannya memang berjalannya waktu hingga pagi, memang sebagian massa penjemput simpatisan sampai ke terminal 3 Bandara Soetta," sambungnya.

Oke menyebut terminal 3 dipenuhi oleh massa yang akan menjemput. Dia memperkirakan massa yang datang berjumlah ratusan ribu orang.

"Jumlahnya memang cukup jauh ratusan ribu. Kita lihat dari jarak terminal 3 sekitar 800 meter itu penuh penjemput," kata Oka.

Dia menuturkan terdapat fasilitas Bandara Soetta yang rusak akibat kerumunan massa. Di antaranya kerusakan terjadi pada kursi dan taman.

"Ada taman di sebelah jalan, ada kursi-kursi yang patah mungkin karena dinaiki atau apa gitu. Jadi kerusakan itu pada taman dan kursi. Masih di area Bandara, tapi di luar terminal," tuturnya.

Menurutnya, terdapat kerugian atas kerusakan fasilitas yang terjadi. Oka menilai kerugian kurang-lebih terjadi hingga Rp 16 juta.

"Kemarin itu kurang-lebih sekitar Rp 16 juta," pungkasnya.

Diketahui, dalam perkara ini, Habib Rizieq beserta 5 orang lainnya didakwa bersama-sama (dalam berkas terpisah) melakukan penghasutan sehingga menimbulkan kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi virus Corona (COVID-19). Penghasutan ini disebut terjadi pada saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Adapun para terdakwa tersebut di antaranya Haris Ubaidillah, Ahmad Shabri Lubis, Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana kekarantinaan kesehatan sebagaimana Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang," ujar jaksa penuntut umum saat membacakan dakwaannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021).

Simak video 'Sidang Rizieq Hadirkan 10 Saksi, Akses Masuk Pengadilan Dibatasi':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/isa)