Demo Buruh Dimulai, Pengamanan di Patung Kuda Jakpus Diperketat

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 11:14 WIB
Demo buruh di Patung Kuda, Jakarta Pusat (Sachril/detikcom)
Demo buruh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah buruh akan melakukan unjuk rasa di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat (Jakpus). Pengamanan di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakpus, diperketat.

Pantauan detikcom, Senin (12/4/2021), sejumlah polisi dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sedang berjaga untuk mengatur lalu lintas di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakpus, sekitar pukul 08.10 WIB. Di sekitar pintu masuk Monas Barat Daya, ada sejumlah polisi yang standby untuk melakukan penjagaan.

Sejumlah aparat juga standby di dalam Monas. Tak hanya aparat, ada 2 mobil water cannon yang disiagakan. Selain water cannon, satu kendaraan taktis Barracuda standby di sekitar Monas.

Sekitar pukul 09.45 WIB, massa buruh mulai berdatangan satu per satu atau bergerombol. Satu mobil komando pun turut tiba. Mereka berkumpul terlebih dahulu sebelum memulai aksi.

Tak lama setelah massa yang datang cukup banyak, polisi yang standby langsung ke arah buruh untuk melakukan pengamanan. Water cannon yang sebelumnya berada di dalam, dikeluarkan dan diparkirkan di depan gerbang Monas.

Menjelang 60 menit, aksi unjuk rasa dilakukan. Spanduk dan poster tuntutan bertebaran di mana-mana, mulai dari menolak omnibus law UU Cipta Kerja, berlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK), dan usut dugaan korupsi BPJS.

Demo buruh di Patung Kuda, Jakarta Pusat (Sachril/detikcom)Demo buruh di Patung Kuda, Jakarta Pusat (Sachril/detikcom)

Lalu lintas di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya terpantau ramai lancar ke semua arah. Tidak ada rekayasa lalu lintas yang diberlakukan saat ini.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan para buruh akan melakukan aksi besar-besaran hari ini. Nantinya, akan ada perwakilan sekitar 50 orang yang akan melakukan orasi di depan gedung MK mulai pukul 09.00 sampai 13.00 WIB.

"Akan diikuti kurang-lebih 10 ribu buruh di seluruh Indonesia. Ada 20 provinsi dan 150 kabupaten dan kota. Aksi pusatnya di gedung MK mungkin ada perwakilan dari daerah 50 orang dan sudah di-rapid antigen," kata Said dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/4).

Sisanya, aksi akan dilakukan secara menyebar mulai dari kantor kepala daerah hingga aksi massa di 1.000 kawasan pabrik oleh para buruh.

"Puluhan ribu buruh itu di gerbang pabrik masing-masing. Misal di kawasan industri Cikupa, Cilegon, Jababeka, Karawang, dan lainnya mereka di pabrik-pabrik itu akan keluar dari tempat produksi," kata Said.

Tuntutan yang diajukan ada empat. Pertama, buruh meminta MK setuju membatalkan dan mencabut UU No 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja. Khususnya pada klaster ketenagakerjaan yang dinilai mengancam hak para buruh.

Kedua, buruh meminta agar THR tidak lagi dicicil seperti tahun lalu. Ketiga, buruh menuntut agar sistem upah minimum sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2021 diberlakukan. Yang terakhir, mereka meminta agar dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan diusut tuntas.

(sab/isa)