Bocah Tenggelam di Sungai Batang Asai Jambi, Jenazahnya Tak Ditemukan

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 00:09 WIB
ilustrasi tenggelam
Foto: thinkstock
Jakarta -

Seorang anak berusia 10 tahun, Fahmi, tenggelam saat berenang di Sungai Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Namun, jenazahnya tidak ditemukan meski tim SAR sudah di lokasi kejadian.

"Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, pencarian korban sudah memasuki hari ketujuh, namun belum ditemukan sehingga sesuai SOP tujuh hari, kami belum juga menemukan korban, maka operasi pencarian dihentikan," kata Kepala Sub Seksi Operasi SAR Jambi Kornelis kepada wartawan, Minggu (11/4/2021).

Fahmi dilaporkan tenggelam pada tanggal 04 April 2021, pukul 18.00 WIB. Korban tenggelam setelah mandi di sungai bersama teman-temannya.

Ketika memasuki waktu petang, beberapa teman-teman korban selesai mandi di sungai, hanya saja korban masih betah bermain di sungai hingga ditinggali oleh temannya.

Berselang satu jam, teman-teman korban kembali untuk menjemput korban agar segera pulang dan menyelesaikan mandi disungai. Bukannya bertemu korban, teman-teman korban hanya menemukan pakaian korban yang tergeletak di pinggir sungai dengan kondisi korban yang telah menghilang diduga tenggelam.

Kornelis menjelaskan, pencarian terhadap Fahmi itu dapat dibuka kembali bila ada informasi keberadaan korban. Dengan ditutupnya operasi, maka personel yang tergabung dalam tim pencarian Kembali ke kesatuan masing-masing.

"Sejak hari pertama pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, Polsek Sarolangun, Brimob Polda Jambi, BPBD Sarolangun, Tagana Sarolangun, dan PMI Sarolangun secara berangsur memperluas area pencarian yang melibatkan pihak keluarga namun tidak membuahkan hasil," ujarnya.

Pencarian yang dilakukan tim SAR sejauh ini juga dilakukan sesuai SOP (standar operasional prosedur). Bahkan, area pencarian pun diperluas hingga melakukan penyisiran sampai 35 KM dari lokasi kejadian.

Namun, sejauh operasi pencarian keberadaan korban tak kunjung ditemukan. Apalagi operasi pencarian korban juga mengalami kendala di lapangan sehingga menghambat pencairan.

"Kendalanya ini mulai dari kondisi cuaca yang curah Hujan deras dan angin yang kencang di lokasi pencarian. Terkadang itu yang membuat terhambat proses pencarian. Apalagi kita juga sudah lakukan upaya pencarian seluas 35 KM di aliran sungai, tetapi tidak ada tanda-tanda ditemukan," kata Kornelis.

(aik/aik)