Sepekan Pasca-Banjir NTT, Perbaikan di Desa Nelelamadike Masih Dikerjakan

Rahmat Fathan - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 19:36 WIB
Kondisi di Desa Nelelamadike, Flores Timur usai seminggu pasca-banjir Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (11/4/2021).
Kondisi di Desa Nelelamadike, Flores Timur usai seminggu pasca-banjir Nusa Tenggara Timur (NTT) Foto: Fathan/detikcom
Flores Timur -

Sepekan berlalu usai banjir melanda sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021. Salah satu kawasan yang terdampak yaitu di Desa Nelelamadike, Ila Boleng, Flores Timur, NTT.

Di Desa Nelelamadike, ada puluhan orang meninggal dunia akibat bencana ini. detikcom mendatangi Desa Nelelamadike pada Minggu (11/4/2021) sore sekira pukul 17.30 Wita. Terlihat lokasi terjangan banjir yang berasal arah Gunung Ile Boleng.

Di lokasi ini, tampak sejumlah alat berat berat seperti eskavator berada di lokasi. Proses perbaikan masih terus dilakukan.

Bebatuan besar terlihat berada di lokasi bencana. Pepohonan dan kayu-kayu bangunan rumah warga juga tampak masih berserakan.

Selain itu, terlihat juga sejumlah warga berdatangan ke lokasi bencana. Mereka menyaksikan lokasi terjangan banjir dan tampak mengabadikan suasana di sekitarnya.

"Jumlah kerusakan di Nelelamadike pendataan terakhir kemarin kita bersama Dinas Perumahan Flores Timur bersama warga di sini mereka hasilnya ada 58," ujar Kades Nelelamadike, Pius Pedang saat ditemui di lokasi, Minggu (11/4/2021).

Pius mengatakan, dari 58 rumah tersebut, 30 di antaranya hanyut terbawa air. Lalu, ada beberapa rumah yg dikategorikan rusak berat dan rusak ringan.

"58 rumah itu terdiri dari 30 rumah memang hanyut, tidak ada rumah lagi, roboh. Terus ada 9 rumah yang dikategorikan rusak berat, tapi beberapa saat lagi dia pasti roboh karena di bawahnya sudah keropos. Terus beberapa rusak ringan," ucapnya.

Kendati begitu, satu-satunya akses jalan menuju Desa Nelelamadike kini telah bisa dilalui. Akses jalan baru dibuka pada sore hari tadi.

"Iya, ini baru kita buka tadi, baru bisa lewat tadi," kata Pius.

(aik/aik)