Berdesak-desakan, Menhub Tegur Penumpang KA
Senin, 06 Mar 2006 08:39 WIB
Jakarta - Karena mengejar waktu, berdesak-desakan menjadi solusi agar cepat sampai tujuan. Apalagi ketika berada dalam kereta api, saat berdesakan itu justru tak menyadari bahayanya. Tunggu keberangkatan selanjutnya, wah nggak keburu!Beginilah cetusan penumpang KRL ekonomi jurusan Rangkas Bitung-Jakarta ketika ditegur Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dalam inspeksi mendadak, Senin (6/3/2006). Teguran itu justru tak digubris penumpang yang sedang terburu waktu."Keburu terlambat Pak!" cetus penumpang sambil tetap berdesakan.Salah satu penumpang KRL, Yatno menyatakan saran kepada Hatta Radjasa. Menurutnya, pelayanan untuk kereta ekonomi harus ditingkatkan dengan menambah gerbong. "Biar tidak berdesakan, ya ditambah gerbongnya. Ini kan karena kurang gerbong saja," ketusnya ketika ditanyai Menhub.Seorang penumpang lain, mahasiswa salah satu sekolah tinggi ilmu ekonomi di Jakarta, Sukasno meminta Menhub untuk memperhatikan penumpang dengan mengganti kereta api yang sudah tak layak pakai lagi. "Pak tolong perhatikan penumpang. Kalau tidak layak ya jangan dipakai," tegas Sukasno. Dalam perjalanan sidaknya, Hatta pun sempat menegur penumpang yang duduk di atas KRL Ekonomi Rangkas Bitung-Tanah Abang. Namun teguran itu lagi-lagi tak digubris. Mereka sempat turun. Namun saat rombongan menjauh, mereka kembali duduk di atas kereta api."Biar nanti saya akan hukum pihak stasiun," tegas Hatta ketika menemui kejadian ini.
(wiq/)











































