Bamsoet Imbau Anggota Perbakin Agar Tak Gunakan Senpi untuk Arogansi

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 12:52 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: MPR)
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Dewan Penasehat Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo menyebut akan semakin banyak tantangan yang harus dihadapi Perbakin. Nama Perbakin kerap dikait-kaitkan dengan izin penggunaan senjata api (senpi) di kalangan masyarakat sipil.

"Belum lama ini di media sosial kita dibuat gaduh oleh postingan video pengendara mobil yang menampilkan aksi 'koboi' dengan menodongkan air soft gun kepada warga, usai terlibat insiden lalu lintas dengan pengendara sepeda motor. Meskipun pada akhirnya hasil pemeriksaan membuktikan yang bersangkutan bukan anggota Perbakin, namun aksi koboi semacam ini terlanjur menimbulkan prasangka dan persepsi negatif terhadap anggota Perbakin," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (11/4/2021).

Bamsoet menjabarkan persepsi negatif terhadap anggota Perbakin muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ketatnya syarat perizinan kepemilikan dan penggunaan senjata api. Ia menekankan senjata api yang dimiliki anggota Perbakin hanya digunakan untuk keperluan latihan, pertandingan, ataupun berburu.

"Kepemilikan senjata api untuk kepentingan beladiri pun harus memiliki izin khusus. Untuk memiliki izin khusus tersebut, harus memenuhi berbagai ketentuan dan persyaratan. Antara lain menjalani serangkaian ujian, baik administrasi, kesehatan fisik dan mental, keterampilan menembak, dan wawancara. Rangkaian ujian ini penting untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan senjata api," imbuh Bamsoet.

Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (Periksha) ini mengimbau seluruh anggota Perbakin melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal. Di level internal, Bamsoet memandang perlu dilakukan pembinaan kepada anggota agar mengedepankan prinsip untuk tidak bersikap arogan atau bertindak sewenang-wenang, apalagi menyalahgunakan senjata api untuk tindakan kriminal.

"Patut diingatkan bahwa pada diri setiap anggota, melekat tanggung jawab yang sama untuk merepresentasikan citra organisasi di mata masyarakat. Secara eksternal, kita tidak boleh merasa bosan dan lelah untuk melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Setiap insiden yang berdampak pada citra organisasi Perbakin harus direspon dengan cermat dan terukur, agar dapat memberikan informasi yang jelas dan utuh," papar Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan olahraga menembak dapat menjadi medium untuk membentuk pribadi-pribadi yang mengedepankan cara berpikir terfokus, tenang, bermental kuat, disiplin dan bertanggung jawab. Lewat olahraga menembak, kontrol diri dan tanggung jawab atas kepemilikan senjata dapat terus diasah.

"Olahraga menembak dibangun oleh filosofi yang kuat dan dapat dijadikan rujukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Olahraga menembak mengajarkan kita berfikir fokus agar membidik tepat pada sasaran. Olahraga menembak menuntut ketenangan, ketahanan emosi, dan kontrol diri yang kuat. Olahraga menembak juga mengajarkan disiplin, kehati-hatian, dan tanggungjawab," ulas Bamsoet.

Bamsoet turut mengapresiasi keberhasilan kontingen Perbakin Jambi mendulang satu emas dan satu perunggu dalam Kejuaraan Menembak 'Sriwijaya Shooting Festival 19-22 November 2020 lalu di Palembang. Prestasi tersebut, kata dia, harus menjadi momentum untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan performa para atlet.

"Kepengurusan yang baru saja dikukuhkan harus dapat meneruskan kerja baik dan prestasi yang telah diraih oleh kepengurusan periode sebelumnya. Khususnya, dalam membangun prestasi atlet penembak binaan Perbakin Provinsi Jambi sesuai visi PB Perbakin mewujudkan Perbakin sebagai organisasi dengan tata kelola profesional, dan melahirkan atlet penembak berprestasi internasional secara berkelanjutan dan mandiri," urai Bamsoet.

(fhs/ega)