Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi SBY Kemungkinan Ditolak

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 11:01 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
SBY (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membenarkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mendaftarkan merek Demokrat atas nama pribadi. Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Haris menyebut ada kemungkinan pihaknya menolak pendaftaran merek Partai Demokrat atas nama SBY.

"Iya, Pak SBY mendaftarkan atas nama pribadi, sebenarnya Demokrat sudah mendaftar atas nama partai, itu sama persis gitu, jadi kemungkinan ditolaknya adalah," kata Freddy saat dihubungi, Minggu (11/4/2021).

Freddy menyebut saat ini pendaftaran merek Demokrat oleh SBY masih dalam tahap proses pemeriksaan. Sejauh ini, kata dia, hal itu baru memasuki tahap pengumuman pendaftaran merek Demokrat untuk menunggu terkait ada-tidaknya komplain terkait merek tersebut.

"Iya, kan diumumkan dulu, ini kan belum diperiksa baru diumumkan saja, ada yang keberatan nggak gitu kan, kan UU merek kan kalau dulu diperiksa dulu sesudah itu diumumkan, (kalau) UU merek yang baru diumumkan dulu baru diperiksa," ucapnya.

Freddy menyebut selanjutnya pihaknya akan memeriksa terkait pendaftaran tersebut. Namun, menurutnya, sebetulnya sejauh ini belum ada komplain secara personal terkait pendaftaran merek Demokrat tersebut.

"Kalau (komplain) secara personal kan kayaknya nggak ya, kan ketua umumnya anaknya (AHY), pasti nggak ada yang komplain," ujarnya.

Meski begitu, Freddy menyebut ada kemungkinan pihaknya akan menolak pendaftaran merek Demokrat oleh SBY. Sebab, menurutnya, Partai Demokrat juga mendaftarkan merek Demokrat atas nama partai.

"Iya karena sama dengan yang didaftarkan oleh Partai Demokrat sendiri, kan entitasnya jadi beda, yang satu entitasnya Partai Demokrat, yang satu pribadi, kan nggak bisa dong gitu. Dua subjek hukum yang berbeda kan, walaupun Pak SBY ininya Demokrat kan tetap aja nggak bisa, karena persis, bukan persamaan pada pokoknya, jadi betul-betul sama," ungkapnya.

Sebelumnya, dilihat dari situs Dirjen KI Kemenkumham, Jumat (9/4), permohonan merek Partai Demokrat atas nama SBY didaftarkan pada 18 Maret 2021. Dalam situs tersebut, tertulis nama Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA, di kolom PEMILIK.

Alamat SBY di Puri Cikeas juga tertuang di kolom ALAMAT. Nomor permohonan itu adalah IPT2021039318.

Nama merek dalam permohonan SBY adalah PARTAI DEMOKRAT. Status permohonan SBY adalah DALAM PROSES.

Simak video 'Partai Demokrat Tepis Ada Politik Dinasti SBY':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dhn)