Kemenag Nilai Islam-Konghucu Punya Kesamaan untuk Bangun Kebersamaan

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 20:28 WIB
Staf khusus Menteri Agama bidang ukhua islamiah, hubungan organisasi kemasyarakatan dan sosial keagamaan dan moderat beragama Ishfah Abidal Aziz (Tangkapan layar HUT MATAKIN)
Staf khusus Menteri Agama bidang ukhuah islamiah, hubungan organisasi kemasyarakatan dan sosial keagamaan dan moderat beragama Ishfah Abidal Aziz (tangkapan layar HUT Matakin)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyebut terdapat unsur atau titik temu persamaan antara Islam dan Konghucu. Persamaan inilah yang disebut perlu dijaga untuk kebersamaan.

"Kita lihat Islam dan Konghucu sebagai agama memiliki unsur-unsur yang sama," ujar staf khusus Menteri Agama bidang ukhuah islamiah, hubungan organisasi kemasyarakatan, dan sosial keagamaan dan moderat beragama Ishfah Abidal Aziz dalam acara HUT Matakin Ke-98 Dialog Islam Konghucu, Sabtu (10/4/2021).

Beberapa kesamaan tersebut, menurutnya, Islam dan Konghucu sama-sama meyakini tentang Tuhan Yang Maha Esa. Serta sama-sama memiliki proses peribadatan untuk mengagungkan Tuhan.

"Pertama adalah kepercayaan, bahwa Islam dan Konghucu sama-sama meyakini tentang Tuhan Yang Maha Esa, Mahaadil, Mahakuasa, Mahabijaksana," kata Ishfah.

"Islam dan Konghucu sama-sama memiliki upacara ritual, adanya peribadatan tertentu, adanya proses pengagungan kepada Tuhan dengan melakukan sembahyang. Kita lihat sama memiliki unsur upacara dan ritual," sambungnya.

Selanjutnya, dia menyebut adanya persamaan unsur memiliki kitab suci. Persamaan juga dikatakan terdapat pada unsur emosional keagamaan.

"Ketiga, sama memiliki unsur kitab suci, dan keempat kita sama-sama memiliki penganut umat, terakhir kita sama-sama memiliki emosional keagamaan," tuturnya.

Persamaan inilah yang, menurut Ishfah, perlu dijaga, sehingga dapat terus membangun kebersamaan dan membangun bangsa Indonesia.

"Ini titik temu yang harus kita terus jaga, kita selaraskan, bagaimana dari segi perbedaan yang ada kita bisa bertemu titik temu yang bisa menyelaraskan dan membangun kebersamaan kita membangun bangsa Indonesia," pungkasnya.

(dwia/idh)